Hari Ini, Mahasiswa Kembali Menggelar Aksi Demo Di Istana

Berita Populer

Aksi Pencurian Kambing Digagalkan Warga

LEUWISADENG - Saat warga sedang melaksanakan ibadah sholat tarawih, kawanan maling beraksi hendak mencuri kambing milik warga di...

Diduga Konsleting Listrik, Bangunan Ponpes di Cigudeg Terbakar

CIGUDEG - Diduga akibat konsleting listrik sebuah bangunan pondok pesantren milik ustad Dodi di kampung susukan, Desa Banyuwangi, Kecamatan...

Ada Perbaikan di Jalan Raya Cigudeg, Arus Lalin Macet

CIGUDEG - Ruas jalan raya Cigudeg-Jasinga sedang dilakukan pengerjaan pengecoran jalan di kilometer 38, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor sebabkan...

Camat Leuwisadeng Minta Warga Tingkat Siskamling

LEUWISADENG - Adanya aksi kawanan pencurian di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang berhasil di gagalkan oleh warga di...

Mendag Bakal Perketat Perdagangan E-Commerce Yang Nakal

JAKARTA -- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan regulasi untuk mengatur dan memperketat perdagangan e-commerce. Ini dilakukan...
- Advertisement -

Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jabodetabek-Banten berencana kembali melakukan aksi demonstrasi menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (16/10) siang ini.

Koordinator Wilayah BEM se-Jabodetabek-Banten Aliansi BEM SI, Bagas Maropindra menyatakan tuntutan aksi tersebut sama dengan aksi sebelumnya, yakni mendesak Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) guna membatalkan UU Cipta Kerja.

Selain tuntutan itu, mereka juga akan menyuarakan kecaman terhadap tindakan represif aparat.

- Advertisement -

“Mengecam berbagai tindakan represif Aparatur negara terhadap seluruh massa aksi,” kata Bagas dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (15/10 malam

Lebih lanjut, ia mengatakan aksi kali ini merupakan aksi damai. Tidak akan ada tindakan anarkis. Hal itu sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa.

“Mengajak mahasiswa seluruh Indonesia bersatu untuk terus menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja dicabut dan dibatalkan,” ujar dia.

- Advertisement -

Sejauh ini, kepolisian telah menyatakan bakal menutup akses menuju Istana Negara. Dengan demikian mahasiswa tidak bisa menggelar unjuk rasa di sana. Kepolisian menutup Jalan Medan Medan Barat, Harmoni, Veteran 3, dan belokan Gambir mengarah Istana.

Aksi turun ke jalan mahasiswa hari ini merupakan lanjutan gelombang protes masyarakat yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja sejak disahkan DPR dan Pemerintah pada 5 Oktober lalu.

Pada 8 Oktober, kelompok mahasiswa dan buruh juga menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta setelah selama tiga hari sebelumnya berhasil disekat aparat. Hari tersebut, massa aksi mencoba mendekati Istana setidaknya dari dua arah yakni lewat kawasan Harmoni dan Medan Merdeka Barat, tepatnya di titik Patung Kuda. Namun, langkah mereka diadang barikade polisi.

- Advertisement -

Aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan orang itu berujung ricuh. Sejumlah fasilitas publik dirusak dan dibakar massa. Ribuan orang ditangkap imbas kejadian itu.

Demonstrasi juga berujung ricuh pun terjadi saat sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) menggelar aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda, pada Selasa (13/10).

Saat itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menuding ricuh dipicu oleh Kelompok Anarko yang turut ikut dalam aksi itu.

Sumber : CNN Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Konsleting Listrik, Bangunan Ponpes di Cigudeg Terbakar

CIGUDEG - Diduga akibat konsleting listrik sebuah bangunan pondok pesantren milik ustad Dodi di kampung susukan, Desa Banyuwangi, Kecamatan...

Berita Terkait
publikbicara.com