28.1 C
Bogor
Jumat, 4 Desember 2020

Minimalisir Cemburu Sosial, Rumah Penerima PKH Dipasang Stiker

Berita Populer

Diduga Gara-gara Cas HP, Satu Rumah Terbakar di Leuwiliang

LEUWILIANG - Diduga Karena arus pendek aliran listrik satu rumah di Kampung Parungsinga RT 01/RW 07, Desa Karehkel Kecamatan...

Diduga Dendam Pribadi, Irsad Tewas Dibacok

GUNUNGSINDUR - Diduga dendam pribadi seorang pria Irsad (40) warga Kampung Kreo RT 02, RW 05 Desa Cibadung, Kecamatan...

Excavator Anjlok Dari Safeloader, Jalan Curugbitung Lumpuh

NANGGUNG - Jalan raya Curigbitung, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Pasalnya,...

Picu Kerusakan Alam, Galian C di Rumpin Disegel KLHK

RUMPIN - Satgas Penegak Hukum LHK, Ditjen Penegakan Hukum LKH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan penyelidikan terkait...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...
- Advertisement -

Dramaga-Pemerin­tah Desa (Pemdes) Purwasari, Kecamatan Dramaga, didampingi Bhabinmas Desa menempelkan stiker di rumah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Tu­juannya agar semua masyara­kat mengetahui mana saja warga yang mendapatkan PKH.

”Di Desa Purwasari ada 194 KK yang menerima PKH. Satu per satu rumahnya sudah di­pasangi stiker PKH,” ujar Ke­pala Desa (Kades) Purwasari, Muhamad Yusuf. Menurutnya, pemasangan stiker di rumah penerima PKH ini bertujuan untuk transparansi dan me­minimalisasi kecemburuan sosial.

Tak hanya itu, warga Purwa­sari juga bisa mengetahui secara jelas siapa saja peneri­manya, sehingga tidak ada kecemburuan sosial di antara mereka. ”Ini kita lakukan un­tuk menghindari kecemburu­an masyarakat yang tidak dapat bansos. Selain itu, pe­masangan stiker juga sebagai penanda bahwa si pemilik rumah tergolong prasejahtera,” katanya.

- Advertisement -

Dengan begitu, sambung Yusuf, masyarakat mampu namun menerima bantuan tersebut bisa timbul kesada­ran sosialnya. Tak hanya itu, akan ada pula monitoring dan evaluasi untuk penerima PKH. Apabila sudah mampu, maka penerima PKH bakal dinon­aktifkan.

”Ada beberapa penerima PKH yang dinonaktifkan. Saat ini sedang diinventarisasi terlebih dulu, karena perlu pendalaman khusus,” tukasnya.

Sumber:Metropolitan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

JBB Peduli, Santuni Puluhan Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Sejumlah Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Bogor Barat (JBB) menggelar bakti sosial dengan membagikan santunan kepada puluhan...

Pakar Imunisasi : Minta Masyarakat Indonesia Tiru Thailand Berhasil Putus Mata Rantai Covid-19

JAKARTA -- Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi meminta masyarakat Indonesia mencontoh negara yang sudah berhasil memutus mata rantai penyebaran virus corona. "Ini sudah terbukti di...

Excavator Anjlok Dari Safeloader, Jalan Curugbitung Lumpuh

NANGGUNG - Jalan raya Curigbitung, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Pasalnya, Alat berat excavator itu anjlok...

Ketum NasDem Negatif Covid-19 Setelah dirawat di RSPAD

JAKARTA -- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (SP) sudah dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani perawatan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto,...

Kepala DPKPP Mangkir Dalam Sidang Kasus OTT, Reaktif Covid kah?

BOGOR-Sidang lanjutan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor yang dilakukan tanggal 3 Maret 2020 oleh...

Berita Terkait
publikbicara.com