31.7 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Jurnalis China Muncul Lagi Setelah Hilang 2 Bulan,Ternyata Dikarantina Di Wuhan

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

Wanhai Perintahkan Anggota Fraksi Golkar Untuk Sidak Rumah Sakit Yang Telantarkan Mayat Dimotor

BOGOR - Adanya video warga di Kabupaten Bogor membawa jenazah dengan menggunanakn kendaran roda dua di Jalan...
- Advertisement -

Jakarta — Li Zehua, seorang jurnalis warga yang kerap meliput perkembangan virus corona (Covid-19) di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, muncul kembali ke publik setelah sempat hilang selama dua bulan.

Dalam video terbaru yang diunggah di akun YouTube pada Rabu (22/4), Li mengaku ditahan oleh pihak berwenang dan dikirim ke pusat karantina di Wuhan, tempat virus corona diyakini terdeteksi dan menyebar pertama kali.

Dia mengatakan aparat sempat membawanya ke kantor polisi untuk diinterogasi atas tuduhan “melanggar aturan sosial”.

- Advertisement -

Setelah itu, kepolisian mengatakan bahwa dia tidak jadi ditahan, tetapi akan dibawa ke pusat karantina selama dua minggu tanpa akses telepon atau komputer.

“Selama proses itu, para petugas bertindak secara sipil dan baik, memberi saya makanan dan waktu untuk istirahat. Mereka merawat saya,” ucap Li dalam video itu seperti dilansir the South China Morning Post pada Kamis (23/4).

Li mengatakan setelah dibebaskan dari pusat karantina, petugas mengirimnya ke kampung halaman pada 14 Maret. Sejak itu ia tinggal bersama keluarga untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari lagi.

- Advertisement -

Li tidak menyebutkan secara detail di mana kampung halamannya berada.

“Dunia terlihat berbeda bagi saya setelah periode bulan yang panjang ini. Saya berterima kasih kepada kalian yang telah peduli terhadap saya dan saya berharap hal terbaik untuk kalian semua yang terdampak wabah ini,” kata Li.

Li terlihat online terakhir kali pada 26 Februari lalu dalam sebuah video siaran langsung yang ia buat. Dalam video itu, ia menceritakan bahwa ia sedang dikejar oleh aparat tidak dikenal dengan kendaraan sport di jalan raya.

- Advertisement -

Insiden itu berlangsung siang hari. Li lalu melarikan diri ke sebuah flat di mana ia tinggal dan bersembunyi dalam kegelapan ketika polisi dan tim kesehatan lengkap dengan APD merazia gedung apartemennya.

Li tidak mengatakan apa-apa ketika para petugas mengetuk pintu. Namun, ia membiarkan polisi masuk apartemen setelah para petugas kembali bersama salah satu orang teman pada malam hari di hari yang sama.

Li juga sempat mengunggah rekaman yang memperlihatkan para aparat dan petugas medis memasuki apartemen.

Selain Li, ada dua blogger dan jurnalis warga lainnya yang mengalami nasib serupa. Chen Qiushi dan Fang Bin dikabarkan hilang sejak awal Februari setelah mengunggah video reportase situasi dari Wuhan selama penguncian wilayah berlangsung atau lockdown.

Fang hilang setelah mengunggah video terakhirnya yang memperlihatkan mayat-mayat pasien corona yang diletakkan di sebuah van di luar rumah sakit besar di Wuhan pada 9 Februari lalu.

Sementara itu, Chen, yang merupakan pengacara, juga sempat mengunggah video berisikan protes anti-China yang terjadi di Hong Kong.

Hingga kini, kabar Chen dan Fang belum diketahui.

Nasib ketiga jurnalis warga itu menarik banyak perhatian terutama dari negara dan kelompok pemerhati hak asasi manusia.

Kabar ketiga jurnalis hilang itu pun semakin memicu kritik internasional yang menganggap China tidak transparan dan berusaha menutupi perkembangan wabah corona selama ini.

Sebab, selain jurnalis, pihak berwenang China juga sempat menahan sekelompok dokter yang pertama kali mengetahui ancaman virus corona dan berupaya memperingatkannya ke publik. Saat itu, pihak berwenang menganggap para dokter tersebut memicu kegaduhan dengan berita bohong.

Sumber:Cnn indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H,...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Jota Memperingan Kerja Trio Firmansah

Liverpool - Mohamed Salah tak menganggap Diogo Jota sebagai pesaing. Bagi Salah, kehadiran Jota memperingan kerja trio Firmansah. Tak dipungkir kalau trio Roberto Firmino, Sadio...

Berita Terkait
publikbicara.com