25.4 C
Bogor
Rabu, 2 Desember 2020

18 April 2020 Tanggerang Sudah Mulai PSBB

Berita Populer

Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi...

Iryanto : Saya Tidak Pernah Menerima Uang Seperti Yang Dituduhkan Dalam Kasus OTT DPKPP

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) yang dilakukan oleh Satreskrim...

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...

JBB Peduli Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Ditengah pandemi Covid 19, Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengandeng Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Leuwiliang berbagi...
- Advertisement -

Jakarta — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten secara resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk kawasan Tangerang Raya, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan berlaku mulai Sabtu, 18 April.

Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep. 140 -Huk/2020 tentang Penetapan PSBB di Wilayah Tangerang Raya dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Deseas 2019 tertanggal 15 April 2020 tertanggal 15 April.

“Menetapkan PSBB di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan wajib melaksanakan PSBB dalam rangka percepatan penanganan corona virus diasese 2019 (Covid-19),” demikian bunyi penetapan dalam salinan surat keputusan Gubernur Banten yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (15/4) malam.

- Advertisement -

Penerapan PSBB di wilayah Tangerang Raya, disebutkan dalam surat tersebut, berlaku selama dua minggu, mulai 18 April sampai dengan 3 Mei.

Lewat surat tersebut, Gubernur Banten, Wahidin Halim dengan demikian telah mewajibkan kawasan Tangerang Raya untuk menerapkan PSBB dalam mengatasi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Pemprov Banten juga sekaligus mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 sebagai mekanisme penerapannya. Di dalamnya, antara lain mengatur soal pemenuhan kebutuhan dasar penduduk selama penerapan PSBB.

- Advertisement -

Dalam pasal 23 dalam Pergub itu disebutkan, pemprov, pemkot, dan Pemkab dapat memberikan insentif kepada pelaku usaha yang terdampak selama penerapan PSBB. Sejumlah insentif dapat diberikan antara lain dalam bentuk, pengurangan pajak, pemberian bantuan sosial kepada karyawan, atau bantuan lainnya yang diatur dalam perundang-undangan.

Sedangkan untuk aturan atau pembatasan lain, PSBB untuk wilayah Tangerang Raya serupa dengan penerapan PSBB, baik di DKI Jakarta maupun di Jawa Barat yang meliputi, Bekasi, Bogor, dan Kota Depok.

Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan kini tercatat sebagai wilayah episentrum penyebaran Covid-19 tertinggi di Provinsi Banten. Mengutip situs resmi Pemprov Banten khusus corona, infocorona.bantenprov.go.id, data terakhir kasus positif di Banten, per Rabu (15/4) berjumlah 216 kasus.

- Advertisement -

Dari jumlah tersebut, Kota Tangerang saat ini tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak berjumlah 80 kasus positif. Disusul Kota Tangerang Selatan, berjumlah 76 kasus positif. Terakhir Kabupaten Tangerang berjumlah 55 kasus positif.

Sumber:Cnn Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Iryanto : Saya Tidak Pernah Menerima Uang Seperti Yang Dituduhkan Dalam Kasus OTT DPKPP

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) yang dilakukan oleh Satreskrim...

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari , Kecamatan Jasinga disoal warga...

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil Kepala UPT VI PUPR

CIGUDEG - Proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari menjadi sorotan warga sekitar, pasalnya pelaksanaan pengerjaan jalan sepanjang 2,1 Kilometer berubah menjadi 1,7 Kilometer. Menanggapi hal tersebut, Anggota...

Tim Gabungan KLHK “Gerebek” Galian Tambang Rumpin

RUMPIN - Sebuah lokasi galian C yang ada di wilayah Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin di "gerebek" tim gabungan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) dari...

Warga Keluhkan Kenapa Pekerjaan Jalan Cigudeg-Kiarasari dipangkas

CIGUDEG-Pembangunan ruas jalan Cigudeg-Kiarasari di Kampung warung dua sampai kampung Juga Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg sepanjang 2,1 kilometer mendapat sorotan dari masyarakat sekitar. Musababnya...

Berita Terkait
publikbicara.com