31.7 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Warga Ciamis Dihukum Push Up Jika Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

Wanhai Perintahkan Anggota Fraksi Golkar Untuk Sidak Rumah Sakit Yang Telantarkan Mayat Dimotor

BOGOR - Adanya video warga di Kabupaten Bogor membawa jenazah dengan menggunanakn kendaran roda dua di Jalan...
- Advertisement -

Ciamis – Aparat di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini lebih tegas dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Masyarakat Ciamis diharuskan menggunakan masker. Bila tidak, mereka akan dihukum push up.

Seperti yang dilakukan Tim Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Panumbangan, petugas TNI dari Koramil 1304 Panumbangan, Tagana Ciamis, Polsek, Dishub, Dinas Kesehatan, dan lainnya menerapkan disiplin terhadap warga atau pemudik yang melintas di perbatasan Ciamis-Tasikmalaya.

Sejumlah warga yang kedapatan tak mengenakan masker saat mengendarai motor langsung disuruh turun. Kemudian dicek suhu tubuh. Sebelum diberi masker gratis oleh petugas, mereka harus melakukan push up sebanyak 10-15 kali. Umumnya mereka adalah para anak muda.

- Advertisement -

Danramil 1304 Panumbangan Arm Darmin mengatakan upaya tersebut perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 di Ciamis. Penjagaan dilakukan selama 24 jam. Menurutnya, penerapan disiplin perlu dilakukan agar masyarakat menaati imbauan pemerintah.

“Warga yang tak pakai masker harus push up dulu, lalu dikasih masker. Karena kebetulan ada masker dan giat pemberian masker. Setelah dipastikan masker dipakai, warga diperbolehkan melanjutkan perjalanan,” ungkap Darmin saat dihubungi wartawan ketika berjaga di Posko pemeriksaan VII Warudoyong, Panumbangan-Tasikmalaya.

Darmin menegaskan penerapan hukuman push up tersebut sebagai bentuk rasa sayang pemerintah terhadap warganya, yakni agar warga Ciamis tidak ada yang tertular atau menularkan virus Corona. Menurut Darmin, pemakaian masker ini juga merupakan anjuran pemerintah.

- Advertisement -

“Itu juga demi warga masing-masing, berupaya dan berusaha agar tidak terpapar virus Corona dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah,” jelas dia.

Anggota Tagana Ciamis, Mumu Najmuddin, selama berjaga di pintu masuk Ciamis wilayah Panumbangan berbatasan dengan Tasikmalaya, rata-rata pemudik yang masuk mencapai 30 orang. Selain itu, warga yang beraktivitas cukup banyak.

“Sangat apresiasi tindakan disiplin yang dilakukan anggota TNI terhadap warga yang tidak mengikuti imbauan pemerintah, semoga masyarakat lebih sadar memakai masker, guna mencegah penyebaran virus Corona,” tuntasnya.

- Advertisement -

Sumber:Detik.com

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Jelang Pemeriksaan Pemberi Suap, Akankah Terbongkar Otak Dibalik OTT DPKPP?

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor tanggal 3...

Makan Mie Instan Tidak Boleh Lebih Dari Dua Kali Dalam Sepekan?

JAKARTA - Kalau sedang tak punya banyak waktu, banyak yang memilih makan mi instan. Harganya murah, porsinya mengenyangkan, dan tak perlu waktu lama untuk...

Gerindra DKI Prihatin Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Jakarta - Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap KPK. Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo tersebut membuat Gerindra DKI Jakarta prihatin. "Tentu kami...

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H, yang mengaku wartawan salah...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

Berita Terkait
publikbicara.com