25.5 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Pemkab Bogor Seyogyanya Libatkan UMKM Dalam Pengadaan APD

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Hendak Nyalip, Satu Pengendara Motor Tewas Ditempat

LEUWISADENG - Hendak menyalip sebuah motor mengalami kecelakaan dengan bus Damri di jalan raya Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng pada pukul...

Puluhan Ibu-Ibu Datangi Kantor Desa Banyuwangi Pertanyakan BST

CIGUDEG - Puluhan warga keluarga penerima manfaat (KPM) yang didominasi kaum Ibu-ibu datangi kantor Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, pertanyakan...
- Advertisement -

CIBINONG — Besarnya kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan Pemkab Bogor membuat Pemkab yang diwakili Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengambil langkah untuk mengumpulkan 9 Pengusaha pemilik perusahaan penyedia Alkes yang ada di Kabupaten Bogor untuk menyediakan masker medis dan APD sekitar 1,5jt unit.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan penggiat Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang dalam usaha sehari-harinya bergerak di usaha Konveksi, omset mereka terjun bebas ditengah wabah COVID-19, akan tetapi hingga saat ini, belum ada upaya PemKab Bogor mengkaryakan mereka dalam membantu pengadaan baju APD.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, yang juga anggota Komisi IV yang membidangi Kesehatan dan Sosial masyarakat, Daen Nuhdiana ikut angkat bicara terkait hal ini, seharusnya PemKab bijak terkait memberdayakan sektor UMKM yang hari ini sedang terpukul karena efek wabah COVID-19.

- Advertisement -

“Pemerintah kabupaten bogor dalam pemesanan APD tidak harus semua memesan ke industri besar, akan tetapi UMKM juga harus libatkan sehingga membantu kestabilan ekonomi UMKM di Kabupaten Bogor , apalagi sebentar lagi akan diberlakukan PSBB di Kabupaten Bogor. Sehingga para pelaku usaha UMKM bisa tetap berjalan usahanya, karena dengan jalannya UMKM maka roda perekonomian dan perputaran uang tidak keluar dari Kabupaten Bogor.” Ungkap Daen, Senin (13/4)

Daen juga menambahkan bahwa ada aturan yang membolehkan melibatkan UMKM dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan dengan mekanisme Swakelola.

“Dimungkinkan karena dari sisi aturan tidak menyalahi melibatkan UMKM dalam PBJ Pemerintahan seperti yang dikeluarkan oleh LKPP sesuai Perpres No. 16/2018 dan Perlem No. 8/2018, tinggal kebijakan pemangku kebijakan harus peka terhadap kondisi UMKM yang hari ini sedang sepi order, bisa saja tinggal buat standartnya, bahannya apa, bentuk dan ukurannya seperti apa, tinggal mereka sesuaikan, saya yakin mereka mampu kok.” Tutup Daen.

- Advertisement -

Sedangkan Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kabupaten Bogor, Suhandi yang selama ini konsentrasi dalam membina UMKM terutama penyedia APD di Kabupaten Bogor dalam keterangannya menyatakan Pemkab harus memikirkan nasib UMKM yang ada.

“Selama ini UMKM yang saya temui banyak mengeluh karena usaha mereka sepi order, makanya ketika ada statement pers dari Wakil Bupati Bogor mengumpulkan 9 Pengusaha besar di Kabupaten Bogor harus ditinjau ulang, pikirkan juga nasib UMKM di Kab Bogor, HIPPI sebagai lembaga yang selama ini turun ke lapangan bertemu para penggiat UMKM siap membantu Pemerintah dalam hal ini, tujuannya janya satu, agar para penggiat UMKM bisa tetap berusaha dan bisa menghidupi karyawannya ditengah masa sulit seperti ini.” Tegas Suhandi.

(Edo/Tomo)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H,...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Jota Memperingan Kerja Trio Firmansah

Liverpool - Mohamed Salah tak menganggap Diogo Jota sebagai pesaing. Bagi Salah, kehadiran Jota memperingan kerja trio Firmansah. Tak dipungkir kalau trio Roberto Firmino, Sadio...

Berita Terkait
publikbicara.com