25.7 C
Bogor
Jumat, 27 November 2020

Buntut Penolakan Jenazah Perawat, Organisasi Profesi Nyatakan Sikap

Berita Populer

Video penangkapan Pelaku Kriminal di Jasinga Kagetkan Warga Jasinga

JASINGA - Beredar video penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian, yang terjadi di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor. Dari rekaman video yang...

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

BPJS Kesehatan KC Cibinong Launcing Program Pandawa

CIBINONG - Bertemakan 'Adaptasi Kebisasaan Baru (AKB) dan pelayanan Pandawa' Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang (KC) Cibinong...

Penerimaan Bantuan BPUM Antre Berdesakan Abaikan Prokes

LEUWILIANG - Masyarakat penerima manfaat bantuan BPUM dari pemerintah pusat memadati area parkir Bank BRI Kantor Cabang (KC) Leuwiliang,...

Pemberi Uang Berniat Menyerahkan Uang Bukan Kepada Iryanto Saat OTT DPKPP.

BOGOR-Sidang lanjutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) DPKPP Kabupaten Bogor di gelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung yang...
- Advertisement -

CIBINONG — Buntut dari penolakan jenazah perawat di Semarang Jawa Tengah, beberapa hari lalu. Organisasi Profesi yang terlibat dalam penanganan pasien dalam kondisi wabah Covid-19, menyatakan sikap dengan mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk senantiasa memberikan perlindungan, keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia kepada seluruh tenaga kesehatan tanpa terkecuali selama menjalankan tugas kemanusiaan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima publikbicara.com, Minggu (12/4/2020). Organisasi Profesi yang terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) serta Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) yang ditandatangani oleh ketua umum masing-masing organisasi profesi, Sabtu (11/4/2020) kemarin.

Isi dari surat pernyataan bersama tersebut :

  1. Kami mengecam keras atas respon penolakan dari oknum masyarakat dilokasi pemakaman, tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan kepada seorang tenaga kesehatan yang berjibaku mempertahankan nyawa dengan segala resiko demi kemanusiaan.
  2. Kami Tegaskan bahwa Jenazah Almarhumah Nuria Kurniasih dipastikan telah dilakukan perawatan dan pemulasaraan jenazah sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah ditentukan, jadi tidak beralasan untuk menolak, memberikan stigma negatif yang berlebihan kepada almarhumah sejawat kami yang telah gugur sebagai pahlawan kemanusiaan.
  3. Kami memastikan seluruh masyarakat telah diberikan layanan kesehatan berdasarkan kode etik, sumpah profesi dan standar profesi yang tertanam sejak menjadi seorang tenaga kesehatan dengan semangat jiwa nasionalisme yang tinggi, tulus ikhlas mengutamakan kepentingan pasien dan kepentingan kemanusiaan diatas kepentingan pribadinya.
- Advertisement -

Sementara itu Ketua Satgas Covid-19 DPP PPNI Jajat Sudrajat meminta masyarakat tetap tenang dan jangan terpengaruh oleh isu-isu negatif.

“Masyarakat harus paham bahwa jenajah dengan covid sudah dirawat sesuai prosedur yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan. Jadi sudah dipastikan aman. kita juga harus menghormati petugas medis yang gugur, karena mereka telah berjasa pada negeri ini. Telah berani mengorbankan dirinya dan keluarganya untuk melayani masyarakat”, tegas Jajat yang juga merupakan Anggota bidang Organisasi, Kenggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPP PPNI saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2020).

Seperti diketahui, bahkan menjadi perbincangan warga net, seorang perawat di RSUP dr Kariadi meninggal karena terinfeksi virus corona baru atau Covid-19 pada Kamis (9/4/2020).

- Advertisement -

Jenazah perawat itu akan dimakamkan di TPU Sewakul. Tapi, masyarakat setempat menolak karena khawatir dengan penularan virus corona baru atau Covid-19.

Jenazah pasien positif Covid-19 itu pun dimakamkan ke kompleks makam keluarga Dr Kariadi, Bergota, Semarang.

(Edo)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Pemberi Uang Berniat Menyerahkan Uang Bukan Kepada Iryanto Saat OTT DPKPP.

BOGOR-Sidang lanjutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) DPKPP Kabupaten Bogor di gelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung yang...

MMD Kecamatan Leuwisadeng, Galakan Kebersihan dan Kesehatan

LEUWISADENG - Sosialisasi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat perlu digalakkan, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar seperti pentingnya...

Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik di Tahun 2021-2022

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan kemungkinan bakal naik antara 2021-2022 mendatang. Kebutuhan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan muncul karena saat ini pemerintah tengah merancang...

Bima Arya Desak RS UMMI Untuk Lakukan Tes Swab Terhadap Habib Rizieq

BOGOR - Pihak RS Ummi Bogor, didesak oleh Wali Kota Bogor Bima Arya agar melaksanakan tes swab terhadap Habib Rizieq Shihab . Alasannya, tes...

Pemkot Bogor Bakal Naikkan Insentif Guru Ngaji Sebesar 50%

BOGOR - Pemerintah Kota Bogor bakal menaikan nominal insentif bagi guru ngaji sebesar 50% pada tahun anggaran 2021. Selain menambah besaran nominal, mereka juga bakal...

Berita Terkait
publikbicara.com