30 C
Bogor
Selasa, 1 Desember 2020

Polda Jateng Ringkus Oknum Penolak Pemakaman Jenazah Perawat

Berita Populer

Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...

JBB Peduli Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Ditengah pandemi Covid 19, Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengandeng Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Leuwiliang berbagi...

Dapur dan Kolam Ikan Tertutup Material Longsor

NANGGUNG - Curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Nanggung menyebabkan tebing persawahan di Kampung Cimanganten RT 01/11, Desa...

Pol PP Parungpanjang Tutup Paksa THM

PARUNGPANJANG - Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kecamatan Parungpanjang tutup paksa kegiatan rumah tinggal yang dijadikan tempat hiburan...
- Advertisement -

Semarang, — Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap tiga orang yang diduga menolak pemakaman perawat RS Karyadi Semarang, Nuria Kurniasih, yang meninggal terinfeksi virus corona (Covid-19), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sewakul, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Tiga orang tersebut adalah ketua RT setempat, THR (31) dan dua warganya, BSS (54) dan seorang pelaku lain berinisial S (60).

“Dari pendalaman penyelidikan, apa yang dilakukan ketiganya sudah masuk dalam pelanggaran hukum,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Budhi Haryanto di kantornya, Sabtu (11/4).

- Advertisement -

Budhi mengatakan para pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Menurutnya, tindakan para pelaku melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Penanggulangan Wabah serta Pasal 212 dan Pasal 214 KUHP.

Ia mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti psikologis, yuridis dan sosiologi dalam menangani kasus ini. Menurutnya, aspek psikologi terkait dengan penanganan prosedur standar kesehatan terhadap jenazah korban Covid-19.

Sementara aspek yuridis, warga atau masyarakat siapapun tak boleh melawan hukum dengan memprovokasi melarang pemakaman jenazah pasien virus corona di suatu tempat. Sedangkan, secara sosiologis, kasus ini menjadi pembelajaran untuk masyarakat lain agar tak terulang kembali.

- Advertisement -

“Kami sangat hati-hati dalam menangani kasus ini, tidak serta merta hanya aspek yuridisnya saja,” ujarnya.

Sebelumnya, jenazah seorang perawat Nuria Kurniasih yang terinfeksi virus corona ditolak oleh warga dimakamkan di TPU Sewakul, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Meski pihak keluarga sudah memohon-mohon, warga tetap tak mengizinkan hingga jenazah akhirnya dibawa kembali ke kamar mayat RS Karyadi Semarang pada malam hari.

- Advertisement -

Pihak RS Karyadi Semarang lantas mengizinkan jenazah Nuria dimakamkan di Komplek Pemakaman RS Karyadi, di TPU Bergota Semarang, pada Jumat (10/4).

Sumber : CNN Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari...

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil Kepala UPT VI PUPR

CIGUDEG - Proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari menjadi sorotan warga sekitar, pasalnya pelaksanaan pengerjaan jalan sepanjang 2,1 Kilometer berubah menjadi 1,7 Kilometer. Menanggapi hal tersebut, Anggota...

Tim Gabungan KLHK “Gerebek” Galian Tambang Rumpin

RUMPIN - Sebuah lokasi galian C yang ada di wilayah Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin di "gerebek" tim gabungan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) dari...

Warga Keluhkan Kenapa Pekerjaan Jalan Cigudeg-Kiarasari dipangkas

CIGUDEG-Pembangunan ruas jalan Cigudeg-Kiarasari di Kampung warung dua sampai kampung Juga Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg sepanjang 2,1 kilometer mendapat sorotan dari masyarakat sekitar. Musababnya...

Wanhai : Panitia Tegas Terapkan 3 M Pilkades jangan Menjadi Klaster Baru

CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan tetap menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, ada 88 desa yang nantinya akan mengikuti pesta demokrasi Pilkades...

Berita Terkait
publikbicara.com