Beranda Ekonomi Erick Tohir: 35 RS BUMN Siap Menerima Pasien Covid 19

Erick Tohir: 35 RS BUMN Siap Menerima Pasien Covid 19

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa sebanyak 35 rumah sakit BUMN sudah siap menerima pasien COVID-19.

“BUMN punya 65 rumah sakit, mana 35 rumah sakit sekarang sudah buat COVID-19,” ujar Erick usai diterima RS Pertamina Jaya di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Ia menyatakan total rumah sakit BUMN memiliki sekitar 7.000 tempat tidur, sebanyak 2.411 tempat tidur diperuntukkan untuk kenyamanan pasien COVID-19.

Ia menambahkan pihaknya terus memperbolehkan untuk menyediakan segala macam kebutuhan guna COVID-19 di dalam negeri, baik alat kesehatan maupun obat-obatan dari pengadaan mandiri maupun berkontribusi.

“Kita berkoordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Selama ini BUMN dengan BNPB saling mendukung,” ucapnya.

Baca Juga :  Mendag Zulkifli Hasan Minta Prodesen Penuhi Suplai Minyak Goreng di Bulan Ramadhan 2023

Saat ini, Erick disampaikan, pihaknya sedang menyiapkan Rumah Sakit Darurat yang dipusatkan di Hotel Patra Jasa Jakarta serta membuat Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) sebagai Rumah Sakit khusus rujukan pasien COVID-19.

“Yang menarik dari RS nanti ada laboratoriumnya, kita BUMN sedang menarik hampir 10 lab di RS COVID-19,” katanya.

Dalam laboratorium itu, lanjut dia, akan ada fasilitas reaksi berantai polimerase (PCR), dan setiap laboratorium dapat melakukan 1.000 pengujian setiap hari.

“Mesin lab ini dari Swiss. Salah satu yang terinstal diharapkan di rumah sakit ini (RSPJ). Jika nanti ini benar-benar berjalan akan kita distribusi juga ke daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan daerah lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Resep Bajigur, Minuman yang Cocok Untuk Hangatkan Tubuh Saat Cuaca Mendung

Direktur Utama Pertamedika IHC, Dr Fathema mengatakan RS Pertamina Jaya dilengkapi dengan Pusat Komando di mana 65 Rumah Sakit BUMN terkoneksi di seluruh Indonesia, sehingga masing-masing dapat menemukan di mana Rumah Sakit yang kekurangan alat dan juga kamar tidur.

“Dengan adanya pusat komando ini menyediakan untuk antisipasi pasien dan juga memastikan layanan prima untuk pasien,” katanya.

Khusus untuk laboratorium, disampaikan, sudah disiapkan alat uji dari Roche yang mampu melakukan tes 1.300 sampel setiap pengiriman.

“Alat ini akan menganalisis asam nukleat yang diekstraksi dari air liur atau lendir pasien dan membandingkannya dengan yang ditemukan pada strain virus corona dan dapat memberikan hasil tes dalam waktu empat jam,” katanya.

Sumber:Sinar Harapan

Artikulli paraprakAda Sanksi Bagi ASN Yang Keluar Daerah Selama Wabah Corona
Artikulli tjetërCegah Covid-19 MPB Bagikan Masker Gratis

Tinggalkan Balasan