Enjat Munjiat: Akad Nikah Boleh Dilaksanakan, Dengan Batasan 10 Orang Yang Boleh Hadir

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

IIPG Kabupaten Bogor dan IIPG Pusat Tebar Sembako di Megamendung

BOGOR - Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Bogor dan IIPG Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengadakan aksi peduli sosial...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...

Wanhai Perintahkan Anggota Fraksi Golkar Untuk Sidak Rumah Sakit Yang Telantarkan Mayat Dimotor

BOGOR - Adanya video warga di Kabupaten Bogor membawa jenazah dengan menggunanakn kendaran roda dua di Jalan...
- Advertisement -

CIBINONG- Pasangan-pasangan yang akan menikah di masa pandemi wabah Covid-19 ini sebaiknya menunda resepsi. Apalagi, jika melibatkan banyak orang dan tamu undangan dalam acara tersebut.

Kepala Seksi Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Kabupaten Bogor, Enjat Munjiat mengakui, pelaksanaan akad nikah masih bisa tetap dilakukan.

Hanya saja, ada batasan orang yang hadir maksimal 10 orang. Sedangkan acara resepsi memang sebaiknya ditangguhkan hingga suasana benar-benar kondusif.

- Advertisement -

“Saya belum dapat laporan terkait itu (acara pernikahan di Babakan Madang). Namun, kalau benar (sudah bagus) polisi bertindak sesuai aturan. Masyarakat harus patuh demi kesehatan bersama,” ungkapnya yang dikonfirmasi Radar Bogor, Senin (30/3/2020).

Sejak awal, pihaknya telah menyosialisasikan imbauan untuk menunda acara-acara yang mengundang keramaian. Kemenag Kabupaten Bogor juga telah mengeluarkan imbauan terkait acara-acara pernikahan itu.

KUA diarahkan untuk menyampaikan kepada pasangan-pasangan yang akan menikah. Kantor KUA juga sedang libur mengikuti surat edaran dari pusat.

- Advertisement -

Jika ada yang membandel, pihak kepolisian akan langsung turun tangan dalam menindak acara tersebut. Lantaran tak ada kewenangan bagi Kemenang untuk membubarkan acara tersebut. Untuk itu, koordinasi dengan pihak kepolisian menjadi bagian penting dari pelaksanaannya demi menindak keramaian tersebut.

“Ketika kita sudah arahkan begitu (menunda resepsi) dan kemudian masyarakat ternyata hadir di undangannya karena telanjur menyebarkan, berarti dia sudah tidak patuh. Berarti nanti berurusan dengan polisi,” tegasnya lagi.

Padahal, kata Enjat, banyak pasangan yang memutuskan untuk membatalkan resepsinya di masa pandemi wabah ini. Dalam catatan Kemenag Kabupaten Bogor, ada sekira 20 pasangan yang dikabarkan telah membatalkan resepsi. Sebagian besar merupakan pasangan yang telah mendaftar pada pekan lalu atau sebulan silam.

- Advertisement -

Sumber:Radar bogor

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Kadisdik Kabupaten Bogor Sampaikan Apresiasi Raihan Prestasi SMPN 1 Tenjo

TENJO - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas sejumlah prestasi yang...

HKTI Kabupaten Bogor Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

KEMANG - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani yang juga Wakil MPR RI, dan Fadli Zon Wakil DPR RI sekaligus Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan...

Operasi Tertib Pasar Pol PP Kabupaten Bogor Bongkar 150 PKL di Parung

PARUNG - Ratusan anggota Pol PP Kabupaten Bogor melakukan operasi tertib pasar. Menertibkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar aturan berdagang dibahu...

IIPG Kabupaten Bogor dan IIPG Pusat Tebar Sembako di Megamendung

BOGOR - Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Bogor dan IIPG Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengadakan aksi peduli sosial dengan membagikan 500 paket sembako...

Jelang Pemeriksaan Pemberi Suap, Akankah Terbongkar Otak Dibalik OTT DPKPP?

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor tanggal 3 Maret 2020 yang saat itu...

Berita Terkait
publikbicara.com