25.5 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Pemprov Jabar Adakan Tes Corona Massal di Bogor

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Hendak Nyalip, Satu Pengendara Motor Tewas Ditempat

LEUWISADENG - Hendak menyalip sebuah motor mengalami kecelakaan dengan bus Damri di jalan raya Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng pada pukul...

Puluhan Ibu-Ibu Datangi Kantor Desa Banyuwangi Pertanyakan BST

CIGUDEG - Puluhan warga keluarga penerima manfaat (KPM) yang didominasi kaum Ibu-ibu datangi kantor Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, pertanyakan...
- Advertisement -

Bogor-Virus corona atau Covid-19 kian menakutkan. Sedikitnya ada 284 orang di Kota dan Kabupaten Bogor yang sekarang menyandang status Orang Dalam Pemantauan (ODP), dengan sebelas orang positif dan dua orang diterima dunia. Rupanya hal itu menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Bahkan dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan pengujian untuk warga Bogor.

Pemeriksaan TEKNIS dilakukan akan menggunakan sistem drive melalui atau layanan tanpa dari kendaraan. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, cara meminta kontak ini melakukan kontak fisik antarwarga yang mengambil pemeriksaan.

Lokasi pengujian Covid-19 dilakukan di tiga stadion. Stadion Patriot Pertama untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Karawang. Kemudian Stadion Pakansari untuk warga Depok dan Bogor, sementara Stadion Jalak Harupat akan diuji warga selain Bogor, Depok dan Bekasi. ”Ya coba kalau tesnya di dalam ruangan, orang akan parkir dan banyak lagi. Jadi paling efisien berkendara melalui, ”kata Ridwan, Minggu (22/3).

- Advertisement -

Pria yang akrab disapa Kang Emil menjelaskan pengetesan warga terlebih dahulu harus mendaftar melalui internet. Namun, menurutnya, tidak semua orang bisa mengikuti pemeriksaan tersebut. Ada persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Jika sudah terkonfirmasi, maka warga datang menggunakan kendaraan. Jika tidak punya kendaraan, bisa minta diakuisisi pejabat RT dan RW lokal. Ridwan menyebut pengetesan drive melalui ini mengunjungi arah jarum jam dengan mencoba luar stadion.

”Warga yang menyetujui ini pada (jarum, red) jam tiga, kemudian bergerak dan dapat hasil pada (jarum) jam sembilan. Di sana ketahuan negatif atau positif. Kalau negatif, pulang. Positif, akan menambah masuk ke stadion, ”jelas Ridwan Kamil.

- Advertisement -

Bagi yang positif akan segera ditindaklanjuti, salah satunya dengan pengetesan dahak dan wawancara. Ridwan menambahkan, pengetesan massal ini tidak bisa disamakan dengan sensus. Kriteria yang boleh ikut tes, ODP pertama, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Tersangka dan positif diizinkan Covid-19.

”Jadi ODP dengan 50 orang teman, kemudian PDP dan 50 orang lagi, begitu maju. Tenaga Medis dan pihak-pihak yang mengeluarkan kasus ini juga masuk kriteria yang harus ikut pengetesan, ”ujar Ridwan.

Ridwan melanjutkan, alat-alat kegiatan tersebut dijanjikan tiba pada Senin (23/3), sementara pengetesannya berlangsung paling lambat pada Rabu (25/3) pekan depan. Untuk memulai awal ini, pengetesan akan berlaku untuk 2.000 orang.

- Advertisement -

Namun, Bupati Bogor Ade Yasin diterima dengan ide tersebut. Karena jika melakukan tes di satu lokasi, misalnya Stadion Pakansari yang terletak di Cibinong, sebaliknya akan menentang penyebaran Covid-19 lantaran pengumpulan orang dalam satu lokasi.

Selain itu, sambungnya, yang disetujui datang ke Cibinong yaitu warga di tiga wilayah, yaitu warga Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok. Baginya, lebih aman jika melakukan Rapid Test massal di rumah sakit dan didahulukan warga yang sudah ditentukan statusnya sebagai ODP atau PDP.

”Kalau tes massal di (Stadion, red) Pakansari, kebanyakan yang datang dari wilayah virus endemik, ya berbahaya. Kalaupun ada alat bantu tes, lebih baik dikonsentrasikan di berbagai rumah sakit dan didahulukan yang sudah ODP atau PDP. Itu rapid test namanya, ”katanya kepada Metropolitan, Minggu (22/3).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta uji corona massal yang dilakukan di rumah sakit disetujui mengumpulkan orang di Stadion Pakansari. “Ya begitu. Kemungkinan alatnya juga sedikit, nggak bisa massal. Lebih baik prioritaskan orang yang statusnya sudah ODP dan PDP, ”tegasnya.

Ia pun meminta agar Uji Cepat dilakukan di rumah sakit atau puskesmas. Bila diizinkan dan lebih diutamakan warga dengan status ODP dan PDP, dan tidak dilakukan secara acak. Sebab, mereka dengan status ODP dan PDP saja belum dites lantaran minimnya alat pemeriksaan.

”Saran saya lebih baik tentang rumah sakit atau puskesmas, jika diizinkan. Lalu lintas diutamakan ODP dan PDP, tidak dilakukan secara acak. Karena yang ODP dan PDP pun sampai hari ini belum ditit karena minimnya alat. Barangnya pun belum kelihatan, ”pungkasnya.

Sumber:Metropolitan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H,...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Jota Memperingan Kerja Trio Firmansah

Liverpool - Mohamed Salah tak menganggap Diogo Jota sebagai pesaing. Bagi Salah, kehadiran Jota memperingan kerja trio Firmansah. Tak dipungkir kalau trio Roberto Firmino, Sadio...

Berita Terkait
publikbicara.com