28.1 C
Bogor
Jumat, 4 Desember 2020

Anies Pastikan Aparatur Bubarkan Masyarakat Yang Berkumpul Dijalan

Berita Populer

Diduga Gara-gara Cas HP, Satu Rumah Terbakar di Leuwiliang

LEUWILIANG - Diduga Karena arus pendek aliran listrik satu rumah di Kampung Parungsinga RT 01/RW 07, Desa Karehkel Kecamatan...

Diduga Dendam Pribadi, Irsad Tewas Dibacok

GUNUNGSINDUR - Diduga dendam pribadi seorang pria Irsad (40) warga Kampung Kreo RT 02, RW 05 Desa Cibadung, Kecamatan...

Excavator Anjlok Dari Safeloader, Jalan Curugbitung Lumpuh

NANGGUNG - Jalan raya Curigbitung, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Pasalnya,...

Picu Kerusakan Alam, Galian C di Rumpin Disegel KLHK

RUMPIN - Satgas Penegak Hukum LHK, Ditjen Penegakan Hukum LKH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan penyelidikan terkait...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...
- Advertisement -

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan aparatur akan menegur dan menindak masyarakat yang masih nekat melakukan keramaian atau berkumpul di jalan. Ia mengatakan segala bentuk keramaian harus dihentikan di wilayah ibu kota RI itu demi mencegah risiko penularan corona (Covid-19).

“Jadi akan dibubarkan dan mereka yang memaksa nanti dimintai keterangan dan akan ada potensi sanksi karena ini risikonya terlalu besar jadi semua kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa harus dihentikan,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (23/3/2020).

Anies menyatakan sudah bekerjasama dengan Polda Metro Jaya untuk menindak masyarakat yang masih menyalahi aturan. Tak hanya polisi, pihaknya juga menggandeng TNI untuk menciptakan keamanan dan untuk penekanan virus Corona.

- Advertisement -

“Dari kepolisian, TNI dan jajaran Pemprov DKI, kita meminta seluruh masyarakat untuk menjauhi kegiatan pengumpulan orang. Jangan datang kemudian penyelenggara ditegur dan kami akan menindak tegas,” ujarnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyatakan akan menegur dan menginterogasi siapa pun yang membuat keramaian di jalan. Bahkan jika memungkinkan ia akan membawa pelanggaran itu ke ranah pidana.

“Kita mintai keterangan sesuai dengan kapasitas. Bisa dalam bentuk teguran, kalau memang arahnya ke pidana kita angkat di situ,” ia menjelaskan.

- Advertisement -

Anies menambahkan kebijakan ini dilakukan untuk menekan potensi carrier Corona yang ada si tubuh anak muda. Kecenderungan anak muda untuk nongkrong di tempat keramaian akan membuka lebar potensi penyebaran virus Corona.

“Intinya adalah pengumpulan orang secara berdekatan dan jumlah besar itu dilarang. Sekalian juga saya imbau keluarga yang memiliki orang tua maka kurangi kontak langsung dengan orang-orang yang lebih muda,” katanya.

“Jadi lindungi orang tua kita dengan cara tidak ada kontak langsung secara fisik karena orang tua paling rentan,” Anies mengatakan seperti dilansir cnnindonesia.com.

- Advertisement -

Dari data yang dimiliki DKI Jakarta, 59 persen dari yang meninggal usianya di atas 60 tahun dan membuat umur ini ialah kelompok paling rentan. Anies meminta semua keluarga untuk melindungi orang tua.

“Jangan salaman dengan orang tua dulu, jangan jabat tangan, jangan memeluk orang tua. Kalau kita mencintai orang tua kita wujudkan rasa cinta itu dengan tidak memeluk, dengan tidak menyalami secara fisik. Ini untuk sementara waktu sampai masalah Covid-19 ini bisa selesai,” Anies menegaskan.

Sejauh ini, sejak kasus pertama diungkap pada 2 Maret lalu hingga 23 Maret pagi, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia ada 514 di mana 48 di antaranya meninggal, dan 29 sembuh. Pemerintah pusat sendiri mulai menerapkan pola rapid test untuk mengecek kemungkinan positif terinfeksi lagi.(*)

Sumber:Sinar harapan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

JBB Peduli, Santuni Puluhan Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Sejumlah Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Bogor Barat (JBB) menggelar bakti sosial dengan membagikan santunan kepada puluhan...

Pakar Imunisasi : Minta Masyarakat Indonesia Tiru Thailand Berhasil Putus Mata Rantai Covid-19

JAKARTA -- Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi meminta masyarakat Indonesia mencontoh negara yang sudah berhasil memutus mata rantai penyebaran virus corona. "Ini sudah terbukti di...

Excavator Anjlok Dari Safeloader, Jalan Curugbitung Lumpuh

NANGGUNG - Jalan raya Curigbitung, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Pasalnya, Alat berat excavator itu anjlok...

Ketum NasDem Negatif Covid-19 Setelah dirawat di RSPAD

JAKARTA -- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (SP) sudah dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani perawatan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto,...

Kepala DPKPP Mangkir Dalam Sidang Kasus OTT, Reaktif Covid kah?

BOGOR-Sidang lanjutan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor yang dilakukan tanggal 3 Maret 2020 oleh...

Berita Terkait
publikbicara.com