25.5 C
Bogor
Senin, 30 November 2020

Lakukan Operasi Pasar, Pemerintah Normalkan Harga Masker dan Sanitizer

Berita Populer

Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi...

Video penangkapan Pelaku Kriminal di Jasinga Kagetkan Warga Jasinga

JASINGA - Beredar video penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian, yang terjadi di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor. Dari rekaman video yang...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...

Hasil Swab Test, Penghuni Komplek Lapsus Gunsin Dinyatakan Negatif

GUNUNGSINDUR - Pasca swab test serentak yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan khusus kelas IIA Gunung Sindur oleh tim kesehatan...

Majlis Zikir As Syaechudiniyah Adakan Maulid Nabi Muhammad SAW

LEUWISADENG - Majlis Zikir As Syaechudiniyah dibawah bimbingan Syaikh Al Waasi' Achmad Syaechudin bin H. Aminudin mengadakan perayaan Maulid...
- Advertisement -

Jakarta-Anggota DPR RI Ananta Wahana meminta pemerintah menggelar operasi pasar guna menekan kenaikan harga sejumlah kebutuhan akibat penyebaran virus corona (covid-19).

Anggota Fraksi PDIP ini menyoroti harga beberapa barang seperti cairan pencuci tangan (hand sanitizer) dan masker yang melonjak setelah isu penyebaran corona. Dia berpendapat operasi pasar dapat menekan lonjakan harga barang-barang itu.

“Pemerintah harus lakukan operasi pasar. Masker dan hand sanitizer harganya di pasar melonjak, perlu intervensi pemerintah biar menormalkan harga,” kata Ananta kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (13/3) malam.

- Advertisement -

Selain dua jenis barang itu, Ananta juga menyoroti kenaikan harga rempah-rempah. Begitu pula lonjakan harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah.

Dia bilang pemerintah harus bergerak cepat melakukan operasi pasar. Selain untuk menekan harga, kebijakan itu juga diharapkan bisa menjaga stok barang di tingkat bawah agar tak terjadi kelangkaan.

Anggota Komisi VI DPR RI itu juga meminta pemerintah merumuskan aturan untuk mengendalikan harga dan stok barang. Menurutnya, pemerintah harus mencegah oknum memanfaatkan momentum corona untuk menaikkan harga.

- Advertisement -

“Tidak boleh harga sampai di luar batas, tidak boleh sampai kehabisan. Ini mesti harus ada intervensi pemerintah untuk menenangkan. Salah satu menenangkan hati masyarakat itu harga jangan sampai dimainkan,” ujarnya.

Sebelumnya, harga masker dan cairan pencuci tangan melonjak usai penyebaran virus corona. Masyarakat Indonesia memburu dua barang itu sebagai langkah pencegahan terhadap penularan virus.

Kepolisian menemukan puluhan ribu masker ditimbun oleh oknum. Mereka menjual satu kotak berisi 50 lembar masker seharga Rp220 ribu. Padahal harga normal hanya di kisaran Rp22 ribu per kotak.

- Advertisement -

Polri mencatat telah ada 12 kasus penimbunan masker sejak virus corona menyebar. Sebanyak 25 orang tersangka telah diamankan kepolisian.

Sumber:Cnn Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

JBB Peduli Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Ditengah pandemi Covid 19, Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengandeng Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Leuwiliang berbagi...

Dapur dan Kolam Ikan Tertutup Material Longsor

NANGGUNG - Curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Nanggung menyebabkan tebing persawahan di Kampung Cimanganten RT 01/11, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung longsor,...

Pol PP Parungpanjang Tutup Paksa THM

PARUNGPANJANG - Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kecamatan Parungpanjang tutup paksa kegiatan rumah tinggal yang dijadikan tempat hiburan malam (THM) di Kampung Dago,...

Koramil 2116 Leuwiliang Bantu Kantor Pos Salurkan BST

LEUWILIANG - Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp 300.000 per bulannya. Dan biasanya didampingi oleh...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor 67 tahun 2017 dan Nomor...

Berita Terkait
publikbicara.com