Beranda Daerah Jalan R3 Bogor Ditargetkan Tuntas 2028, Bisa Dipakai Mulai 2029

Jalan R3 Bogor Ditargetkan Tuntas 2028, Bisa Dipakai Mulai 2029

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) yang menghubungkan Kecamatan Bogor Barat, Bogor Utara, dan Tanah Sareal dengan Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Selatan. Foto: Pemkot Bogor.

Publikbicara.com – Pemerintah Kota Bogor terus melanjutkan pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) sebagai salah satu infrastruktur yang diproyeksikan menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat kota.

Jalur tersebut dirancang menghubungkan sejumlah wilayah, mulai dari Bogor Barat, Bogor Utara, Tanah Sareal, hingga Bogor Timur dan Bogor Selatan. Pembangunan R3 juga diarahkan untuk membuka konektivitas kawasan yang selama ini belum terhubung secara optimal.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pembangunan R3 tidak hanya berorientasi pada penyediaan akses kendaraan. Infrastruktur tersebut nantinya juga dilengkapi pedestrian sebagai bagian dari penataan kawasan.

“Karena kan ini bagian dari pengembangan wilayah Timur Bogor. Jadi nanti treatment-nya harus sama. Nggak bisa di Bogor Barat pakai pedestrian, di sini tidak. Ya harus satu paket pembangunan harus merata secara bertahap,” kata Dedie dikutip dari laman resmi Pemkot Bogor, Rabu (26/8).

Saat ini, pekerjaan R3 tengah berlangsung pada segmen Katulampa Buleud hingga Katulampa Bendungan. Setelah segmen tersebut rampung, pembangunan akan dilanjutkan dengan jembatan serta ruas jalan lanjutan sekitar 1,7 kilometer.

Dedie menyebut, pembangunan lanjutan akan diarahkan hingga kawasan Sindangrasa, Sindangsari dan Wangun. Menurutnya, percepatan pembangunan diperlukan agar jalur tersebut segera berfungsi sebagai alternatif pergerakan kendaraan menuju kawasan lain.

“Lanjutannya Sindangrasa sampai dengan Sindangsari, Wangun ya. Kalau tidak kita cicil, ini pasti persoalannya akan tambah lama,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan R3 memiliki peran penting dalam mengurangi beban lalu lintas di ruas-ruas utama pusat Kota Bogor. Ketika trase R3 tersambung, masyarakat memiliki pilihan jalur alternatif sehingga arus kendaraan tidak seluruhnya bertumpu di tengah kota.

READ  Irjen Kemenag Jatuhkan Sanksi Terkait Dugaan Pungli ke Ribuan Guru Madrasah

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan penyelesaian seluruh tahapan pembangunan R3 ditargetkan rampung pada akhir 2028. Ruas tersebut diharapkan mulai dapat dimanfaatkan masyarakat pada 2029.

“Tahapan segmen sampai tepi sungai Katulampa Bendungan ini kan sedang dikerjakan. Tahap berikutnya, 2027 kita lakukan pembebasan, 2028 konstruksi, 2029 Insyaallah bisa dipakai,” kata Juniarti.

Selain berdampak terhadap lalu lintas, keberadaan R3 diperkirakan turut mendorong perkembangan kawasan di sepanjang trase. Akses yang semakin terbuka dinilai dapat meningkatkan nilai kawasan sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.

Dedie mengatakan, fasilitas pendukung transportasi juga berpeluang dikembangkan seiring berfungsinya R3. Salah satunya kemungkinan layanan transportasi massal seperti Biskita yang dapat menjangkau kawasan tersebut.

“Warga sekitar akan punya hunian tepi jalan. Tentunya nilainya nanti kalau sudah ada jalan akan naik. Fasilitas masyarakat nanti bisa ada transportasi massal seperti Biskita dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dengan tersambungnya trase R3 hingga Wangun, Pemkot Bogor berharap jalur tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengurai kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Pembangunan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah merealisasikan visi Bogor Beres, Bogor Maju melalui misi Bogor Lancar, dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPutra-Putri Kabupaten Bogor Tampil di Eropa, Bawa Seni Nusantara ke Panggung Internasional
Artikulli tjetërDenis Azzarya Tembus Babak Utama POLYTRON Pontianak International Challenge 2026