Publikbicara.com – Sebanyak 40 pendongeng terbaik dari 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat tampil dalam Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 yang digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, 22-23 Agustus 2026.
Festival yang memasuki penyelenggaraan ketiga tersebut menjadi ruang pertemuan bagi anak-anak dan masyarakat untuk mengenalkan kembali cerita rakyat, bahasa daerah, serta nilai-nilai budaya melalui seni mendongeng.
Tahun ini, Suara Nusantara mengangkat tema “Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan”. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Provinsi DKI Jakarta dan Banten.
Penyelenggaraan di Jawa Barat mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas ruang kreatif berbasis budaya sekaligus mendorong generasi muda agar tidak kehilangan kedekatan dengan cerita rakyat dan tradisi lisan daerah.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Hafidz Muksin, mengapresiasi pelaksanaan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan mendongeng dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan budaya baca dan literasi, sekaligus menjaga keberadaan bahasa daerah.
“Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah,” ujar Hafidz.
Ia berharap kegiatan yang diinisiasi Cahaya Manthovani tersebut dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dukungan juga disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman. Ia menilai mendongeng tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi dapat menjadi sarana membentuk karakter dan mengembangkan kemampuan anak.
Menurut Herman, generasi muda perlu dibiasakan memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
“Berpikir kritis harus dibiasakan sejak SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis atas apa yang terjadi di sekitar kita,” katanya.
Sementara itu, mewakili Bupati Bogor, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Trian Turangga menyebut festival tersebut sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang melalui cerita dan budaya.
Menurutnya, setiap peserta membawa cerita dan bahasa daerah masing-masing sehingga pertemuan tersebut dapat menjadi sarana untuk saling mengenal sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia.
Trian juga menekankan pentingnya menghadirkan cara-cara kreatif dalam menjaga cerita rakyat agar tetap dekat dengan generasi muda.
“Pelestarian cerita rakyat perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif agar semakin mendekati generasi muda,” ujarnya.
Tingginya antusiasme peserta menjadi catatan tersendiri dalam penyelenggaraan tahun ini. Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, mengungkapkan terdapat 1.120 orang yang mendaftar untuk mengikuti festival di Jawa Barat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 pendongeng terpilih kemudian tampil membawakan cerita dengan bahasa daerah dari wilayah masing-masing.
“Saya sangat kaget ketika mendapatkan total peserta yang ikut di Suara Nusantara Jawa Barat, yaitu 1.120 pendaftar. Hari ini tersisa 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawakan cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama,” kata Cahaya.
Festival Suara Nusantara 2026 pun tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa cerita rakyat dan bahasa daerah masih memiliki ruang untuk berkembang ketika dikemas melalui pendekatan yang dekat dengan anak-anak dan generasi muda.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












