Publikbicara.com – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas melalui Sentra Olahraga Disabilitas (SOD), sebuah pusat pelatihan atlet difabel yang diklaim menjadi pelopor pertama di Indonesia. Program tersebut kini menjadi andalan Kabupaten Bogor dalam menyiapkan atlet menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026.
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah, mengatakan SOD hadir sebagai sistem pembinaan atlet yang terintegrasi. Para atlet tidak hanya menjalani latihan rutin, tetapi juga mendapatkan pendampingan, pendidikan, hingga pembinaan karakter dalam satu program yang terstruktur.
“Seluruh aktivitas atlet telah diprogramkan secara sistematis. Atlet yang masih bersekolah tetap mengikuti pendidikan di sekolah umum, kemudian menjalani latihan sesuai program yang telah disusun pelatih,” ujar Misbah.
Menurutnya, keberadaan SOD tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga disabilitas, baik melalui kebijakan, pembiayaan, maupun penyediaan sarana latihan.
NPCI Kabupaten Bogor juga memanfaatkan berbagai fasilitas olahraga di kawasan Pakansari untuk pembinaan atlet. Tahun depan, pemerintah daerah berencana membangun Wisma Istimewa yang akan difungsikan sebagai asrama sekaligus pusat latihan atlet penyandang disabilitas.
Saat ini, NPCI Kabupaten Bogor tengah mempersiapkan atlet menghadapi Peparda VII Jawa Barat yang akan berlangsung di Kota Bandung pada November 2026. Persiapan dilakukan melalui latihan intensif yang akan dilanjutkan dengan pemusatan latihan atau training center selama sekitar tiga bulan.
“Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang selalu diperhitungkan di Peparda. Target kami adalah mewujudkan harapan Bupati Bogor agar Kabupaten Bogor menjadi juara umum,” kata Misbah.
Pelatih Kepala Cabang Olahraga Tenis Meja SOD Kabupaten Bogor, Budi Wahyono, menyebut pembinaan yang dilakukan selama ini telah menghasilkan prestasi di berbagai ajang. Pada Peparda Bekasi 2022, cabang tenis meja meraih enam medali emas, tujuh perak, dan delapan perunggu.
Prestasi tersebut berlanjut pada Peparnas 2024 dengan sumbangan dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu untuk kontingen Jawa Barat. Sementara pada Peparpeda 2025, atlet Kabupaten Bogor keluar sebagai juara umum setelah meraih tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Di tingkat internasional, atlet tenis meja asal Kabupaten Bogor, Hamida, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan mempersembahkan dua medali emas pada Asian Para Games dari nomor tunggal putri kelas 8 dan ganda campuran kelas 17.
Budi menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Dukungan pemerintah juga dirasakan langsung para atlet. Atlet tenis meja NPCI Kabupaten Bogor, Arkan Fikri, mengaku fasilitas dan program pembinaan yang tersedia membantunya meraih medali emas pada Peparpeda 2025, medali perak Peparpenas, serta medali perak Kejuaraan Daerah.
Hal senada disampaikan atlet menembak Christina Handika Putri Suroto. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap atlet penyandang disabilitas terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga berdampak positif terhadap peningkatan prestasi.
Melalui Sentra Olahraga Disabilitas, Kabupaten Bogor tidak hanya membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih inklusif, tetapi juga menyiapkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












