Beranda Internasional Fajar/Fikri Langsung Tersingkir, Pertahanan Solid Ganda China Jadi Pembeda

Fajar/Fikri Langsung Tersingkir, Pertahanan Solid Ganda China Jadi Pembeda

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri saat menghadapi pasangan China, Chen Bo Yang dan Liu Yi Dok: PBSI.

Publikbicara.com – Langkah pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, harus terhenti lebih awal pada babak pertama Indonesia Open 2026. Duet Merah Putih tersebut kalah dua gim langsung dari pasangan China, Chen Bo Yang dan Liu Yi, dengan skor 13-21 dan 14-21, Selasa (3/6).

Sejak awal pertandingan, pasangan China tampil dominan dengan permainan bertahan yang disiplin dan transisi menyerang yang efektif. Fajar/Fikri kesulitan mengembangkan pola permainan sehingga tertinggal dalam perolehan poin di hampir sepanjang laga.

Fajar mengakui dirinya dan Fikri gagal menemukan cara untuk membongkar pertahanan rapat yang diperagakan lawan. Upaya mempercepat penyelesaian poin justru berujung pada banyak kesalahan sendiri yang menguntungkan pasangan China.

“Terima kasih untuk yang sudah dukung kami, mohon maaf kami belum bisa maju ke babak selanjutnya. Lawan bermain sangat siap sekali, sangat baik sekali. Mereka bermain defense balik serang dan mempunyai defense yang sangat rapat,” kata Fajar dikutip dari laman resmi PBSI.

Situasi tersebut membuat pasangan Indonesia tidak mampu keluar dari tekanan. Meski berbagai skema permainan telah dicoba, termasuk perubahan strategi yang disiapkan tim pelatih, dominasi Chen/Liu tetap sulit dipatahkan.

 

Fikri mengatakan dirinya dan Fajar terus berupaya mengubah pola permainan setelah kehilangan gim pertama. Namun solidnya pertahanan lawan membuat setiap perubahan yang dilakukan tidak berjalan efektif.

 

Menurutnya, pasangan China mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang pertandingan, sementara Fajar/Fikri gagal menemukan ritme terbaik untuk mengimbangi permainan lawan.

 

Kekalahan ini sekaligus menghentikan momentum positif yang sebelumnya dibangun Fajar/Fikri saat menembus partai final Singapore Open 2026 pada pekan lalu.

READ  Kementerian Kebudayaan Perkuat Transparansi Lewat Keterbukaan Informasi Publik

 

Fajar menepis anggapan bahwa jadwal turnamen beruntun menjadi penyebab utama kekalahan mereka.

 

Ia menilai faktor terbesar justru datang dari performa lawan yang tampil sangat siap serta ketidakmampuan mereka menampilkan permainan terbaik.

 

Bahkan, Fajar menilai penampilannya bersama Fikri kali ini menjadi salah satu yang terburuk sejak keduanya dipasangkan di sektor ganda putra.

 

Kegagalan di hadapan pendukung sendiri menjadi catatan yang harus segera dievaluasi. Selain sulit menembus pertahanan lawan, Fajar/Fikri juga merasa permainan mereka sudah cukup terbaca sehingga kerap terjebak dalam tempo yang diinginkan pasangan China.

Hasil ini membuat harapan Fajar/Fikri untuk melangkah jauh di Indonesia Open 2026 berakhir lebih cepat, sementara Chen/Liu melaju ke babak berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa impresif di Istora Senayan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakDepok Andalkan Maggot untuk Pangkas Sampah, DLHK Targetkan 5 Ton Organik Terolah per Hari
Artikulli tjetërJaro Ade Pimpin Napak Tilas Sejarah Bogor, Telusuri Rute Perjuangan Raden Ipik Gandamana