Beranda Daerah Gali Sumur untuk Siram Tembakau, Petani di Grobogan Ditemukan Meninggal di Sawah

Gali Sumur untuk Siram Tembakau, Petani di Grobogan Ditemukan Meninggal di Sawah

Lokasi kejadian di areal pertanian tembakau. Foto: Dok. Polres Grobogan.

Publikbicara.com – Seorang petani di Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya setelah diduga mengalami kelelahan saat menggali sumur untuk kebutuhan pengairan tanaman tembakau, Rabu (20/5/2026) sore.

Korban diketahui bernama P (60), warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan pekebun.

Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto mengatakan, pihak kepolisian menerima laporan kejadian tersebut pada Kamis (21/5/2026) pagi dari perangkat desa setempat.

“Setelah menerima laporan, anggota kami langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengecekan di TKP maupun di rumah duka untuk memastikan kejadian tersebut,” ujar AKP Sunarto dikutip dari laman Polres Grobogan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan sejumlah saksi, korban diduga meninggal dunia akibat penyakit asma yang dideritanya kambuh saat melakukan aktivitas berat seorang diri di sawah.

Sebelum kejadian, korban diketahui pergi ke sawah untuk menggali sumur dangkal sebagai sumber air bagi tanaman tembakau miliknya. Sumur yang digali disebut baru mencapai kedalaman sekitar satu meter.

Beberapa saat kemudian, istri korban, Paryati (57), menyusul ke lokasi untuk membantu pekerjaan suaminya. Namun setibanya di sawah, ia mendapati korban dalam posisi duduk bersandar di bibir sawah dekat sumur galian.

Awalnya korban dikira sedang beristirahat akibat kelelahan.

Namun setelah beberapa kali dipanggil dan dibangunkan tanpa respons, Paryati panik dan meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang berada di area persawahan kemudian datang membantu membawa korban pulang ke rumah. Saat diperiksa perangkat desa setempat, korban dipastikan telah meninggal dunia karena denyut nadi dan jantungnya sudah tidak ada.

“Menurut keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit asma dan beberapa hari sebelumnya sempat mengeluhkan sesak napas,” kata AKP Sunarto.

READ  Lakalantas di Gardu Cilame, Ini Kata Kesaksian Opang

Petugas Polsek Karangrayung bersama Unit Reskrim kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan warga sekitar.

Dari hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka mencurigakan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan tanda penganiayaan ataupun kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit asma yang kambuh disertai kondisi kelelahan saat menggali sumur,” jelas AKP Sunarto.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban dimakamkan oleh keluarga dengan bantuan warga setempat.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan saat melakukan pekerjaan berat, khususnya bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Kami mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri saat bekerja dan segera beristirahat apabila kondisi tubuh tidak sehat,” pungkas Sunarto.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakDalam Tausiyah PWI Bogor, Ustadz Yaudin Ingatkan Makna Spiritual Ibadah Qurban
Artikulli tjetërEkonomi Kreatif Jadi Andalan Baru, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Nasional 6,5 Persen