Beranda Daerah Kota Bogor Jadi Rujukan Nasional Penanganan Bencana, Puluhan Kalaksa BPBD Datang Belajar

Kota Bogor Jadi Rujukan Nasional Penanganan Bencana, Puluhan Kalaksa BPBD Datang Belajar

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia melakukan kunjungan ke Kota Bogor. Dok: Pemkot Bogor.

Publikbicara.com – Kota Bogor kembali mendapat perhatian nasional dalam bidang penanggulangan bencana. Sebanyak 67 Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari berbagai wilayah di Indonesia melakukan kunjungan pembelajaran ke Balai Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kheriawan, dan disambut langsung Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Agenda itu merupakan bagian dari program Senior Disaster Management Training (SDMT) yang diselenggarakan Pusdiklat BNPB sebagai upaya meningkatkan kapasitas pimpinan BPBD di seluruh Indonesia.

Kheriawan mengatakan, Kota Bogor dipilih karena dinilai berhasil dalam penanganan pascabencana serta memiliki sistem mitigasi yang cukup baik, khususnya terkait ancaman tanah longsor dan banjir.

SDMT ini melakukan kunjungan ke daerah yang dianggap berhasil dalam penanganan pascabencana. Kota Bogor juga memiliki early warning system terkait ancaman tanah longsor dan banjir,” jelas Kheriawan dikutip dari laman Pemkot Bogor.

Menurutnya, selain memiliki sistem peringatan dini, Kota Bogor juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Hal itu dinilai penting sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Program pelatihan tersebut diikuti para Kalaksa BPBD tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Kheriawan berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kemampuan para peserta dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks.

“Indonesia memiliki risiko kebencanaan yang sangat tinggi, sehingga peningkatan kapasitas menjadi hal penting,” katanya.

Sementara itu, Jenal Mutaqin mengaku bangga Kota Bogor menjadi salah satu daerah rujukan nasional dalam pembelajaran mitigasi dan penanganan bencana.

READ  Korlantas Polri Siapkan Operasi Zebra 2025, Fokus Penertiban Balap Liar dan Perluasan ETLE

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan anggaran, tetapi juga ketangguhan personel BPBD dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Ketangguhan anggota BPBD, kerja ikhlas, dan kerja cerdas menjadi poin utama. Loyalitas dalam penanggulangan bencana jangan terpengaruh oleh apa pun,” ujar Jenal.

Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran yang kerap menjadi kendala BPBD dalam penanganan pascabencana. Karena itu, Pemerintah Kota Bogor berencana memperkuat dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam perubahan Perda Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) tahun ini.

Jenal berharap pengalaman Kota Bogor dalam mitigasi dan penanganan bencana dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan kebencanaan kepada masyarakat.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakAVC Men’s Club Championship 2026 Resmi Bergulir di Pontianak, Bhayangkara Presisi Raih Kemenangan Perdana
Artikulli tjetërIndonesia dan Singapura Perkuat Kemitraan Strategis Jelang RISING 60