PBSI secara resmi membuka rangkaian Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026 yang akan berlangsung pada 13–18 April 2026. Dok: PBSI.
Publikbicara.com – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia resmi membuka Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026 yang berlangsung pada 13 – 18 April 2026 di Surabaya, Jawa Timur.
Turnamen pembuka kalender nasional PBSI ini digelar di tiga arena, yakni GOR Sudirman sebagai lapangan utama, serta GOR Suryanaga dan GOR MERR sebagai venue pendukung.
Sebanyak 1.106 atlet dari 240 klub di seluruh Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka akan bersaing di 15 nomor pertandingan dari sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran pada kelompok usia U-17, U-19, dan dewasa.
Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, mengatakan seluruh persiapan penyelenggaraan telah rampung dan Surabaya dinilai siap menjadi tuan rumah.
“Kota Surabaya memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan event besar. Secara keseluruhan, persiapan Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026 sudah siap,” ujar Ricky dikutip dari laman resmi PBSI.
Ia menegaskan, kejuaraan ini memiliki peran penting dalam sistem pembinaan atlet nasional karena memperebutkan poin peringkat nasional yang akan menjadi dasar seleksi menuju tahap berikutnya.
“Poin dari turnamen ini akan diakumulasi untuk menentukan atlet yang berhak mengikuti Seleksi Nasional PBSI di akhir tahun,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Adi Nugroho, menyebut tingginya jumlah peserta dipengaruhi oleh posisi strategis Jawa Timur yang mudah diakses dari berbagai daerah.
Menurutnya, panitia juga melakukan sejumlah perbaikan teknis dari penyelenggaraan sebelumnya, terutama dalam pengaturan jadwal pertandingan dan optimalisasi penggunaan tiga arena.
“Kami optimistis pelaksanaan tahun ini lebih efektif dan berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam ajang ini, PBSI juga menurunkan 11 atlet Pelatnas yang akan bertanding di kategori dewasa, meliputi sektor tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri.
Keikutsertaan atlet pelatnas tersebut, menurut Ricky, menjadi bagian dari evaluasi performa sekaligus pengujian kemampuan mereka menghadapi pemain non-pelatnas di level kompetitif nasional.
“Ini menjadi ajang pembuktian bagi atlet pelatnas untuk menunjukkan kualitasnya,” kata Ricky.
Turnamen ini sekaligus menandai kepercayaan berkelanjutan terhadap Surabaya sebagai tuan rumah, setelah sebelumnya sukses menggelar Sirkuit Nasional A pada edisi 2023, 2024 dan 2025.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













