Beranda Daerah KNPI Jasinga Tanam Padi, Desak Pemkab Bogor Benahi Irigasi Cidurian

KNPI Jasinga Tanam Padi, Desak Pemkab Bogor Benahi Irigasi Cidurian

Program ketahanan pangan berbasis swadaya yang digagas DPK KNPI Jasinga bersama Kelompok Tani Dasa Mitra Mandiri dan situasi minimnya pasokan air di area sawah, Selasa (31/3/2026).

Publikbicara.com – Program ketahanan pangan berbasis swadaya yang digagas DPK KNPI Kecamatan Jasinga bersama Kelompok Tani Dasa Mitra Mandiri di Kampung Bagoang mulai memasuki fase tanam padi.

Proses tanam dilakukan setelah tahap pembajakan lahan pada pertengahan Februari 2026. Penanaman atau tandur dilaksanakan pada pertengahan Maret.

Ketua DPK KNPI Jasinga, Ama Dery, menyebut program tersebut berjalan bertahap di tengah keterbatasan akses air irigasi.

“Alhamdulillah, proses tanam sudah berjalan. Ini bagian dari upaya bersama menjaga ketahanan pangan,” ujar Ama Dery, Kamis (2/4/2026).

Ia menilai keberlanjutan program tidak lepas dari semangat petani yang tetap bertahan meski menghadapi keterbatasan pasokan air dari saluran Sodong – Cidurian.

Dalam kondisi tanpa air, petani sempat mengalihkan komoditas dari padi ke sorgum. Namun, setelah aliran air kembali tersedia, lahan kembali diolah untuk penanaman padi.

Di sisi lain, Dery menyoroti persoalan infrastruktur irigasi yang dinilai belum selesai tertangani sejak bencana banjir bandang pada awal 2020.

Menurutnya, sedimentasi tinggi, vegetasi liar, serta kerusakan fisik saluran menjadi penyebab utama tidak optimalnya distribusi air ke wilayah hilir.

“Persoalan irigasi Sendung – Cidurian dan Sodong – Cidurian sudah hampir enam tahun belum tuntas,” katanya.

Ia menyebut dampak kekurangan air tidak hanya terjadi di satu wilayah. Berdasarkan informasi pemerintah desa, sekitar 200 hektare lahan di Desa Pangaur tidak lagi teraliri air, menyebabkan sawah menjadi kering.

KNPI Jasinga juga menyoroti keterbatasan anggaran penanganan irigasi. Pada 2025, anggaran kegiatan reguler di UPT Irigasi di wilayah Jasinga sekitar Rp2,2 miliar.

READ  Satpol PP Jasinga Sidak Lokasi Pembangunan Tower di Desa Bagoang, Temukan Masalah Perizinan

Angka tersebut dinilai belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan yang diperkirakan mencapai Rp20 miliar untuk penanganan menyeluruh dan berkelanjutan.

Selain itu, keterbatasan anggaran membuat pemeliharaan irigasi lebih banyak dilakukan secara gotong royong oleh petani, pemerintah desa, dan UPT setempat.

KNPI Jasinga juga terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan sedimentasi di sejumlah titik, termasuk di wilayah Desa Setu.

Dery mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan prioritas anggaran serta membuka peluang dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia berharap persoalan irigasi yang berkepanjangan dapat segera diselesaikan agar program ketahanan pangan di wilayah Jasinga dapat berjalan optimal.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakBMKG Akhiri Peringatan Tsunami Usai Gempa Dangkal Guncang Ternate