Publikbicara.com– Pernah melihat pemandangan dramatis letusan gunung berapi yang disertai kilatan petir di langit malam?
Fenomena ini bukan sekadar efek visual, melainkan sebuah kejadian ilmiah yang dikenal sebagai volcanic lightning atau petir vulkanik.
Lalu, bagaimana bisa petir muncul dari dalam awan abu? Yuk, simak penjelasan ilmiahnya!
1. Gesekan Partikel di Awan Abu Vulkanik: Saat gunung meletus, material seperti abu, debu, dan pecahan batuan terlontar ke atmosfer dengan kecepatan tinggi.
Partikel-partikel ini saling bergesekan di udara, menciptakan muatan listrik statis—mirip seperti yang terjadi pada awan badai.

Ketika muatan positif dan negatif bertemu di atmosfer, maka terjadilah pelepasan energi dalam bentuk kilatan petir. Inilah yang kita lihat sebagai petir vulkanik.
2. Suhu dan Tekanan Ekstrem: Letusan gunung membawa suhu panas yang ekstrem dan tekanan tinggi ke udara sekitarnya.
Kombinasi ini menyebabkan ketidakstabilan atmosfer yang memperkuat pembentukan muatan listrik.
Ketidakstabilan inilah yang mempercepat terjadinya loncatan listrik dari satu titik ke titik lain dan muncullah petir.
3. Struktur Mirip Awan Badai: Awan abu vulkanik ternyata memiliki kemiripan struktur dengan awan cumulonimbus, yaitu awan yang biasa menghasilkan badai petir.
Bedanya, awan vulkanik bukan mengandung uap air, melainkan partikel padat seperti abu dan debu.
Karena kemiripan struktur ini, proses pembentukan petir pun bisa terjadi dengan cara yang hampir sama.
Kesimpulan: petir yang muncul saat gunung berapi meletus bukanlah hal gaib atau mistis, melainkan hasil dari:
- Gesekan antar partikel abu di udara
- Suhu dan tekanan yang sangat tinggi
- Awan vulkanik yang bermuatan listrik
Fenomena ini jarang terjadi dan sangat menakjubkan, tapi juga menjadi pertanda betapa dahsyatnya kekuatan alam.***
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













