Publikbicara.com – Kabupaten Bogor berupaya mengembalikan kejayaannya sebagai salah satu daerah pemasok ikan hias untuk pasar internasional. Sejumlah langkah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mulai dari revitalisasi balai benih ikan, pengembangan budidaya koi hingga pembenahan infrastruktur kawasan perikanan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, potensi ikan hias di Kabupaten Bogor sebenarnya sudah dikenal di pasar internasional. Bahkan, sebelum pandemi COVID-19, sejumlah wilayah di daerah tersebut menjadi salah satu penyumbang ekspor ikan hias di kawasan Asia.
Beberapa sentra potensial berada di Cirimekar, Kecamatan Cibinong, serta wilayah Parung dan Ciseeng. Produk ikan hias dari kawasan tersebut sebelumnya telah menjangkau pasar luar negeri, termasuk Korea Selatan dan Tiongkok.
Namun, pandemi COVID-19 turut memukul aktivitas usaha perikanan, terutama pembudidaya skala kecil. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu melakukan langkah pemulihan agar potensi ekonomi sektor perikanan kembali berkembang.
“Karena itu, kita berupaya menghidupkan kembali potensi yang pernah dimiliki Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui revitalisasi sejumlah balai benih ikan milik pemerintah daerah,” kata Rudy saat mengunjungi Instalasi Karantina Ikan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Rabu (4/11).
Sejumlah balai benih yang menjadi sasaran revitalisasi berada di Cijeruk, Rancabungur, Ciampea dan beberapa wilayah lainnya. Selain itu, Taman Teknologi Pertanian di Cigombong juga tengah dibenahi untuk mendukung pengembangan sektor perikanan.
Pemkab Bogor juga mulai memperkuat pengembangan komoditas koi di kawasan Cijeruk. Salah satu langkahnya dengan mendatangkan indukan ikan koi dari Jepang untuk dikembangkan sebagai sumber produksi benih berkualitas.
Benih hasil pengembangan tersebut nantinya akan melalui proses sertifikasi sebelum didistribusikan kepada para pelaku usaha perikanan, terutama pembudidaya di kawasan Minapolitan Ciseeng dan Parung.
Tak hanya berfokus pada produksi, pembenahan fasilitas pendukung juga dilakukan. Di kawasan Ciseeng, sejumlah kolam milik pembudidaya direvitalisasi, termasuk pemasangan penerangan dan peningkatan akses jalan usaha tani.
Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas pembudidaya, mulai dari pemeliharaan ikan, pengelolaan kolam pada malam hari hingga kelancaran distribusi hasil panen.
Di sisi lain, keberadaan Instalasi Karantina Ikan milik Pemkab Bogor yang telah mengantongi sertifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi salah satu fasilitas strategis untuk mendukung perdagangan ikan lintas negara.
Dengan fasilitas tersebut, pelaku usaha perikanan di Kabupaten Bogor dapat melakukan proses karantina untuk kebutuhan ekspor maupun impor di wilayah sendiri, sehingga tidak perlu membawa komoditasnya ke luar daerah hanya untuk memenuhi proses tersebut.
Rangkaian pembenahan ini diharapkan tidak sekadar meningkatkan produksi ikan hias, tetapi juga memperkuat rantai usaha perikanan dari pembenihan hingga pemasaran.
Pemkab Bogor pun membidik kebangkitan kembali sentra-sentra ikan hias agar mampu bersaing di pasar internasional sekaligus memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi pembudidaya dan masyarakat.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












