Tunggal Putra muda Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah. Foto: PBSI.
Publikbicara.com – Dua tunggal putra muda Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah dan Richie Duta Richardo, membawa modal berbeda saat menghadapi Korea Open 2026. Ubed berambisi menjaga konsistensi setelah menembus final French Open 2026, sementara Richie bersiap mencicipi persaingan turnamen BWF World Tour level Super 500 untuk pertama kalinya.
Korea Open 2026 berlangsung pada 3-8 November di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan. Indonesia mengirimkan 12 wakil untuk bersaing dalam turnamen tersebut.
Perhatian tertuju kepada Ubed yang baru saja mencatatkan hasil impresif dengan menjadi runner-up French Open 2026. Namun, tantangan di Korea Selatan tidak bisa dianggap ringan. Selain harus menghadapi persaingan ketat, ia juga dibayangi keterbatasan waktu pemulihan setelah menjalani rangkaian pertandingan di Eropa.
Ubed mengaku hanya memiliki dua hari latihan efektif di Jakarta sebelum bertolak ke Korea Selatan. Kondisi tersebut membuat persiapannya tidak berjalan ideal.
“Memang sangat mepet persiapannya, dari pulang Eropa hanya 2 hari latihan efektif di Jakarta. Tidak mudah bagi saya di sini tapi saya mau hasil yang lebih mengingat tahun lalu saya tidak berhasil lolos dari babak kualifikasi di turnamen ini,” kata Ubed dikutip dari laman resmi PBSI, Senin (2/11).
Meski demikian, pemain yang akrab disapa Ubed itu tetap memasang target untuk memberikan penampilan terbaik. Ia juga ingin memperbaiki pencapaiannya dibandingkan tahun lalu, ketika gagal melewati babak kualifikasi Korea Open.
“Semoga minggu ini saya bisa ngasih performa yang terbaik seperti di French Open kemarin. Semoga bisa konsisten permainannya. Sekarang tinggal menjaga pikiran dan hatinya untuk terus kuat walau badan belum pulih 100 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Richie datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menjuarai POLYTRON Kudus Indonesia Masters 2026 level Super 100. Gelar tersebut menjadi bekal penting bagi pemain muda itu untuk menghadapi atmosfer persaingan di level yang lebih tinggi.
Kendati demikian, Richie menyadari bahwa debut di turnamen Super 500 membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Terlebih, ia baru saja menyelesaikan dua turnamen secara beruntun dalam dua pekan terakhir.
“Setelah mendapatkan gelar Super 100, untuk debut di Super 500 pasti ada percaya diri yang lebih untuk persiapan ke sini. Fokusnya adalah recovery maksimal dulu setelah turnamen back to back dua minggu kemarin,” kata Richie.
Bagi Richie, keikutsertaannya di Korea Open bukan sekadar kesempatan mengejar hasil, tetapi juga ruang untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi pemain-pemain papan atas.
Ia mengaku senang bisa berada dalam satu turnamen dengan sejumlah pemain senior Indonesia. Namun, pencapaian saat ini belum membuatnya puas karena masih ingin berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi.
Di sektor tunggal putra, Indonesia juga diperkuat Alwi Farhan, Muhamad Yusuf, Prahdiska Bagas Shujiwo, dan Anthony Sinisuka Ginting. Kehadiran enam pemain tersebut diharapkan mampu memperbesar peluang Indonesia bersaing di nomor tunggal putra.
Selain itu, Korea Open 2026 juga menjadi momentum kembalinya Jafar Hidayatullah dengan pasangan baru, Rinjani Kwinnara Nastine. Keduanya akan tampil di sektor ganda campuran, sementara Rinjani juga dijadwalkan memperkuat ganda putri bersama Isyana Syahira Meida.
Berikut daftar 12 wakil Indonesia di Korea Open 2026:
Tunggal Putra
1. Alwi Farhan.
2. Moh. Zaki Ubaidillah.
3. Richie Duta Richardo.
4. Muhamad Yusuf.
5. Prahdiska Bagas Shujiwo.
6. Anthony Sinisuka Ginting.
Tunggal Putri
1. Thalita Ramadhani Wiryawan.
2. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.
3. Mutiara Ayu Puspitasari.
Ganda Putri
1. Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine.
Ganda Campuran
1. M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil.
2. Jafar Hidayatullah/Rinjani Kwinnara Nastine.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













