Publikbicara.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor memperketat pengawasan terhadap kondisi Sungai Cileungsi dengan melakukan penyusuran aliran sungai sekaligus memetakan saluran outfall industri yang berpotensi menjadi sumber pencemaran.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (26 – 27/8/2026), dengan menyisir sejumlah titik mulai dari kawasan Jembatan Wika, Jembatan Cikuda, hingga wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi.
Penyusuran dilakukan oleh Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan (PPK) DLH Kabupaten Bogor bersama personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tim Patroli Sungai DLH Provinsi Jawa Barat.
Kepala DLH Kabupaten Bogor Teuku Mulya mengatakan, pemetaan langsung diperlukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi sungai, terutama keberadaan saluran pembuangan dari aktivitas industri.
“Data yang kami peroleh di lapangan menjadi bahan penting untuk inventarisasi, pemantauan, sekaligus menentukan langkah pengendalian jika ditemukan potensi kontaminasi,” kata Teuku Mulya.
Menurut dia, pengawasan lingkungan tidak hanya mengandalkan pemeriksaan administratif. Pemantauan langsung diperlukan agar titik-titik yang berpotensi memengaruhi kualitas Sungai Cileungsi dapat diketahui secara lebih akurat.
“Susur sungai ini penting untuk melihat kondisi faktual di lapangan. Kami ingin memastikan setiap sumber yang berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan dapat teridentifikasi dengan baik dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Teuku Mulya menyebut keterlibatan sejumlah instansi menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pengawasan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi.
Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Bogor, TNI AL, dan DLH Provinsi Jawa Barat dapat memperkuat data lapangan sekaligus memudahkan pemerintah menentukan langkah penanganan terhadap temuan yang diperoleh selama penyusuran.
“Ini adalah kerja bersama. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dengan kolaborasi lintas instansi, pengawasan dapat dilakukan secara komprehensif dan langkah penanganannya juga bisa lebih tepat,” katanya.
Hasil pemetaan dan identifikasi tersebut selanjutnya akan dimasukkan ke dalam data inventarisasi DLH Kabupaten Bogor. Data itu akan menjadi bahan untuk pengawasan, evaluasi, serta menentukan langkah pengendalian maupun penindakan apabila ditemukan sumber potensi pencemaran.
Teuku Mulya menegaskan, menjaga kondisi Sungai Cileungsi membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Harapan kami, Sungai Cileungsi dapat terus kita jaga. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh pelaku usaha dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan sungai tetap bersih dan kualitas airnya terjaga,” tuturnya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












