Pengembangan teknologi robotika dan sistem mekatronika untuk aplikasi inspeksi menjadi salah satu ruang kolaborasi antara Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung. Foto: Humas BRIN.
Publikbicara.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung memperkuat kolaborasi riset di bidang otomasi manufaktur dan mekatronika untuk mengembangkan teknologi robotika yang dapat digunakan dalam kegiatan inspeksi.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Riset dan Pengembangan Teknologi Otomasi Manufaktur dan Mekatronika untuk Aplikasi Inspeksi di Kampus Polman Bandung, Kamis (27/8).
Ketua Tim Riset Robotika dan Kecerdasan Sistem BRIN Roni Permana Saputra mengatakan kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan riset yang lebih luas dengan menggabungkan kompetensi kedua institusi.
Menurut dia, Polman memiliki kekuatan pada bidang otomasi dan manufaktur, sedangkan Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN memiliki kepakaran dalam sistem mekatronika dan robotika.
“Kami membuka peluang riset yang lebih luas, selaras dengan keahlian Polman di otomasi dan manufaktur serta fokus PRMC di bidang sistem mekatronika dan robotika,” kata Roni dikutip dari laman resmi BRIN, Sabtu (29/8).
Kolaborasi riset tersebut sebelumnya berkembang melalui program Degree by Research (DBR) yang diinisiasi oleh dosen Polman. Dari kerja sama itu, sejumlah teknologi robotika telah dikembangkan untuk kebutuhan inspeksi, termasuk robot quadcopter atau drone dan robot berkaki empat.
Roni menyebut pengembangan teknologi tersebut masih dapat diperluas dengan mengintegrasikan kemampuan otomasi dan manufaktur yang dimiliki Polman dengan teknologi mekatronika cerdas yang dikembangkan PRMC BRIN.
Kepala PRMC BRIN Yanuandri Putrasari mengatakan kerja sama antara kedua institusi bukan hal baru. Interaksi sebelumnya telah berlangsung melalui kegiatan penelitian, bimbingan tugas akhir, hingga program magang mahasiswa Polman di BRIN.
Karena itu, penandatanganan PKS dinilai sebagai langkah untuk memperkuat kerja sama yang telah berjalan agar lebih terarah dan berkelanjutan.
“Ini bukan awal, tetapi penguatan. Dengan dokumen resmi ini, kolaborasi riset, pengembangan, dan pendampingan mahasiswa di bidang mekatronika cerdas dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Yanuandri.
Selain menghasilkan teknologi, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keterlibatan mahasiswa pendidikan vokasi dalam riset terapan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga berkesempatan terlibat dalam proses pengembangan teknologi secara langsung.
Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi Polman Aris Budiyarto mengatakan pendidikan vokasi perlu menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata di masyarakat.
Ia menilai penelitian di lingkungan pendidikan vokasi seharusnya tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat dilanjutkan hingga tahap penerapan.
“Kami ingin pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga gerakan nyata dari literasi, eksekusi, hingga aplikasi di kehidupan,” katanya.
Salah satu dosen Polman yang mengikuti studi doktoral melalui skema DBR, Hilda Khoirunnisa, juga merasakan manfaat dari kolaborasi tersebut. Keterlibatan dalam riset bersama periset BRIN membuka peluang bagi dirinya untuk mengikuti kegiatan magang serta mengembangkan penelitian lanjutan.
Setelah penandatanganan PKS, kedua institusi meninjau sejumlah fasilitas riset dan pendidikan di Polman Bandung. Fasilitas yang dikunjungi antara lain Bengkel Teknik Manufaktur, Laboratorium Otomasi dan Mekatronika, serta Bengkel Pengecoran Logam.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pemetaan potensi fasilitas dan kompetensi yang dapat disinergikan untuk mengembangkan riset terapan, khususnya pada bidang otomasi manufaktur, mekatronika, dan robotika untuk kebutuhan inspeksi.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












