Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan tampil di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Foto: PBSI.
Publikbicara.com – Alwi Farhan berhasil menuntaskan misi revans atas wakil tuan rumah India, Ayush Shetty, pada babak 16 besar BWF World Championships 2026 di New Delhi, Kamis (20/8).
Tunggal putra Indonesia unggulan ke-11 itu menang dua gim langsung 21-19, 21-11. Kemenangan tersebut sekaligus membawa Alwi melangkah ke babak perempat final sekaligus membalas kekalahannya dari Ayush pada pertemuan sebelumnya.
Alwi mengaku senang dapat membalas kekalahan tersebut. Namun, ia memilih tidak larut dalam euforia karena perjalanan di Kejuaraan Dunia 2026 masih panjang.
“Saya tidak bisa berbicara banyak tapi saya sangat senang bisa menang dari dia, revans dari dia. masih ada hari esok, sudah sampai ke 8 besar. Cukup tricky karena bisa mendapatkan medali atau bisa malah termakan ekspektasi sendiri jadi saya harus mengontrol semuanya,” kata Alwi dikutip dari laman resmi PBSI, Jumat (21/8).
Lolos ke perempat final membuat peluang Alwi untuk meraih medali semakin terbuka. Di sisi lain, situasi tersebut juga menghadirkan tekanan baru bagi pemain Indonesia itu.
Menurut Alwi, dirinya harus mampu mengendalikan ekspektasi agar peluang tersebut tidak justru menjadi beban dalam pertandingan berikutnya.
“Cukup tricky karena bisa mendapatkan medali atau bisa malah termakan ekspektasi sendiri. Jadi saya harus mengontrol semuanya,” ujarnya.
Pertandingan melawan Ayush juga berlangsung dalam atmosfer yang menguntungkan pemain India. Dukungan penonton tuan rumah terus mengiringi Ayush sepanjang pertandingan.
Namun, Alwi mengaku sudah mempersiapkan diri menghadapi situasi tersebut. Ia bahkan menjadikan tekanan yang dirasakan lawannya sebagai tambahan motivasi untuk menguasai pertandingan.
“Saya tahu dia sangat merasakan tekanan karena bermain di rumah sendiri yang selalu tidak gampang. Saya juga pernah merasakan momen itu,” kata Alwi.
“Saya tadi mengambil kesempatan itu untuk membuat saya lebih semangat dan menguasai pertandingan,” lanjutnya.
Alwi juga tidak ingin menjadikan sorakan penonton sebagai gangguan. Baginya, bermain di kandang lawan merupakan bagian dari tantangan yang harus diterima seorang atlet.
Ia menilai pengalaman menghadapi atmosfer seperti itu justru dapat menjadi keuntungan tersendiri dalam membangun mental bertanding.
“Saya mencoba tidak terpengaruh, tidak menjadi suatu masalah dengan dukungan penonton untuk Ayush,” tuturnya.
Menurut Alwi, kondisi serupa bisa saja dialami Ayush ketika suatu saat harus bertanding di Indonesia. Karena itu, dukungan penonton tuan rumah bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan.
“Ketika dia bermain di Indonesia mungkin dia bakal merasakan yang sama dan itu bagian dari olahraga, termasuk bulutangkis,” katanya.
“Ketika bermain di kandang lawan, kita harus menjadikannya sebuah tantangan dan menjadi privilege bagi tuan rumah,” ujar Alwi.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













