Beranda Daerah Pedagang UMKM Sambut Positif Anjuran Pemkab Bogor Kenakan Pakaian Adat Sunda di...

Pedagang UMKM Sambut Positif Anjuran Pemkab Bogor Kenakan Pakaian Adat Sunda di CFD

Salah satu pedagang mengenakan pakaian adat Sunda saat berjualan di kawasan Car Free Day (CFD).

Publikbicara.com – Anjuran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenakan pakaian adat Sunda saat berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman mendapat sambutan positif dari pedagang maupun masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus memberikan warna baru pada aktivitas ekonomi di ruang publik

Sejak diterapkan pada penyelenggaraan CFD, para pelaku UMKM terlihat mengenakan kebaya dan pakaian adat Sunda saat melayani pembeli. Kehadiran busana tradisional itu menciptakan suasana yang berbeda dan menarik perhatian pengunjung.

Salah seorang pedagang, Yaya, warga Bojonggede, mengaku bangga dapat mengenakan pakaian adat Sunda saat berjualan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap budaya daerah.

“Senang banget. Kan kita orang Sunda, tinggal di Tatar Sunda, harus dilestarikan budaya Sunda itu. Harapannya ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan pedagang lainnya, Susi. Ia menilai apabila seluruh pelaku UMKM mengenakan pakaian adat Sunda, suasana CFD akan semakin semarak sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat.

“Kalau semuanya bisa memakai pakaian adat Sunda jadi lebih menarik, sesuai dengan kita yang berada di Jawa Barat. Mudah-mudahan bisa menarik pembeli, pengunjung semakin ramai, dan para pedagang juga semakin semangat berjualan,” katanya.

Dukungan juga datang dari pengunjung CFD. Nanda menilai penggunaan kebaya dan pakaian adat oleh pelaku UMKM menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia, khususnya budaya Sunda.

“Adanya pemakaian kebaya di UMKM menunjukkan bahwa kami mendukung budaya Indonesia yang sangat beragam. Semoga ke depannya budaya ini terus dilestarikan,” ucapnya.

READ  Ramadan Ubah Wajah Jembatan Lukut, Antusiasme Warga Picu Gagasan Alun-Alun Kecamatan

Sementara itu, pengunjung lainnya, Alin, mengapresiasi kekompakan para pedagang yang mengenakan busana adat Sunda. Menurutnya, nuansa tradisional yang dihadirkan membuat kawasan CFD terasa lebih hidup dan menjadi daya tarik tersendiri.

“Semua kompak pakai kebaya. Semoga kegiatan seperti ini terus ada agar pelestarian budaya semakin terasa dan masyarakat semakin antusias datang ke CFD,” tuturnya.

Anjuran penggunaan pakaian adat Sunda merupakan bagian dari upaya Pemkab Bogor untuk memperkuat identitas budaya daerah, menumbuhkan kebanggaan terhadap kearifan lokal, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan CFD Tegar Beriman.

Melalui keterlibatan pelaku UMKM, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti sebagai simbol semata, tetapi menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Bogor.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakJelang Indonesia vs Vietnam, Warga Kabupaten Bogor Kompak Optimistis Garuda Raih Kemenangan
Artikulli tjetërPemkab Bogor Percepat Penataan Puncak, Rest Area Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru