Menpora, Erick Thohir menegaskan komitmen Pemerintah melalui Kemenpora dalam penguatan olahraga disabilitas Tanah Air mendapat dukungan penuh Presiden Prabowo. Dok: Kemenpora/Hery.
Publikbicara.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga memperkuat pembinaan olahraga disabilitas dengan membuka peluang bagi para atlet penyandang disabilitas untuk berkarier sebagai pelatih setelah tidak lagi aktif bertanding.
Komitmen tersebut disampaikan Menpora, Erick Thohir usai melaporkan sejumlah program prioritas kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6).
Menurut Erick, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan olahraga disabilitas. Salah satu langkah yang tengah dijalankan adalah program sertifikasi kepelatihan bagi penyandang disabilitas agar mereka tetap memiliki ruang berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.
“Jangan sampai atlet-atlet ini hanya diingat ketika sedang berjaya, tetapi kalau sudah selesai hanya ucapan terima kasih saja yang diberikan,” sebut Erick dikutip dari laman Kemenpora, Minggu (21/6).
Program tersebut telah mulai dijalankan melalui skema Trainer of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas hasil kerja sama Kemenpora dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.
Selain membuka peluang profesi baru bagi mantan atlet, program ini juga diarahkan untuk memperluas budaya olahraga di kalangan penyandang disabilitas.
Berdasarkan data yang dipaparkan Erick, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 23,9 juta hingga 25,9 juta orang, dengan hampir dua juta di antaranya tercatat aktif berolahraga.
Besarnya jumlah tersebut, menurut Erick, membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memadai, terutama pelatih yang memiliki kompetensi khusus.
“Kalau lebih dari dua juta orang berolahraga dan membutuhkan dua persen pelatih, maka kita harus menyiapkan jumlah pelatih yang cukup, termasuk untuk kebutuhan sekolah-sekolah yang memerlukan kepakaran kepelatihan,” ujarnya.
Erick menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menginginkan seluruh warga negara memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkembang di bidang olahraga.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Presiden Prabowo juga berencana mengunjungi National Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah, guna melihat aktivitas pembinaan atlet disabilitas sekaligus memastikan pengembangan olahraga inklusif berjalan optimal.
“Ini menjadi bagian penting bahwa kita harus memberikan semua warga Indonesia kesempatan yang sama,” tegas Erick.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













