Beranda Nasional BGN Hentikan Sementara MBG Saat Libur, Efisiensi Anggaran Diproyeksi Capai Rp3 Triliun

BGN Hentikan Sementara MBG Saat Libur, Efisiensi Anggaran Diproyeksi Capai Rp3 Triliun

Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Arumsari. Dok: Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional.

Publikbicara.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode hari libur dengan menghentikan sementara layanan distribusi makanan pada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional SPPG pada Periode Hari Libur dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.

Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Arumsari, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola sekaligus mengefisienkan penggunaan sumber daya tanpa mengurangi standar pelayanan program.

“Surat edaran ini diterbitkan dalam rangka optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan standardisasi Program MBG pada SPPG,” kata Arum dikutip dari laman resmi BGN, Kamis (18/6).

Berdasarkan ketentuan tersebut, layanan MBG tidak dilaksanakan selama masa libur sekolah, hari libur nasional, hari besar keagamaan, hari libur khusus yang ditetapkan pemerintah daerah, serta setiap Sabtu dan Minggu.

Penghentian sementara distribusi makanan berlaku bagi seluruh penerima manfaat, baik peserta didik maupun kelompok nonpeserta didik atau kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Meski aktivitas distribusi dihentikan, BGN memastikan aspek keamanan dan kesiapan fasilitas SPPG tetap berjalan. Petugas keamanan akan tetap bertugas selama 24 jam secara bergiliran guna menjaga aset dan sarana pendukung yang ada.

Selain itu, selama SPPG tidak beroperasi, insentif operasional tidak akan diberikan. Menurut Arumsari, kebijakan tersebut berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran yang signifikan.

Dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi mencapai 27.820 unit dan penghentian insentif selama 18 hari, BGN memperkirakan penghematan anggaran dari komponen insentif operasional dapat mencapai sekitar Rp3 triliun.

READ  Kepala BGN Klarifikasi Anggaran MBG, Nilai Pengadaan Jauh dari Isu Publik

 

“Dengan tidak dilaksanakannya distribusi MBG, seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan menerima insentif. Dari jumlah SPPG yang telah beroperasi saat ini, efisiensi insentif selama 18 hari diperkirakan mencapai Rp3 triliun,” kata Arumsari.

BGN berharap penyesuaian operasional tersebut dapat mendukung pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta memastikan seluruh layanan siap kembali berjalan setelah periode libur berakhir.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPrabowo Minta Himbara Bernilai Rp1.100 Triliun Beri Dampak Lebih Besar bagi Rakyat
Artikulli tjetërLibur Sekolah Dimanfaatkan BGN Benahi Program MBG, Distribusi ke Siswa Disesuaikan