Beranda Nasional Yusril : Bisa Saja Orang Mau Boikot Pilpres Kalau Ada Satu Pasangan

Yusril : Bisa Saja Orang Mau Boikot Pilpres Kalau Ada Satu Pasangan

Publikbicara.com, – Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan kemungkinan pilpres diboikot bisa saja terjadi, melalui pasangan tunggal.

Yusril mengatakan adanya kekurangan aturan di UUD 1945, sehinhga tidak ada antisipasi dalam konstitusi terhadap kemungkinan hanya satu pasangan calon yang mendaftar.

“Bisa saja orang mau boikot pemilu kalau ada satu pasangan, ‘Kamu saja deh maju sendiri. Enggak ada pasangan lain.’ Pilpres gagal. Itu kelemahan dari UUD ’45,” kata Yusril saat

Baca Juga :  AMAJA Dukung Jaro Ade sebagai Kandidat Bupati Bogor 2024-2029. Nino : Kami Percaya Kepemimpinan JA Dapat Membawa Perubahan

Apalagi sambung Yusril dalam UUD ’45 itu mengasumsikan, calon presiden harus dua pasangan minimal.

Dia mengatakan akan terjadi krisis konstitusional bila kondisi satu paslon tersebut terjadi. Pemerintahan eksekutif akan kosong karena presiden telah habis masa jabatannya.

Yusril berpendapat kondisi tersebut akan berujung pada perpanjangan masa jabatan presiden yang sedang menjabat. Hal itu bisa dilakukan melalui sidang MPR jika benar-benar terjadi.

“Satu-satunya yang paling mungkin perpanjangan Jokowi. Bukan cuma Jokowi, andai kata saya yang jadi presiden, siapa pun jadi presiden, dia bisa (diperpanjang masa jabatannya karena hanya ada satu paslon pilpres),” ucapnya.

Baca Juga :  Operasi Petir: Penangkapan Epik Sembilan Penambang Emas Nakal oleh Tim Patroli Antam

Yusril enggan berspekulasi apakah boikot pilpres berujung penundaan pemilu itu bisa terjadi pada 2024. Namun, ia mengatakan tak ada yang tidak mungkin di dalam politik.

“Bisa saja. Siapa menyangka tahun 1999 Habibie ditolak pidato pertanggung jawabannya?” kata Yusril.

Editor : Camel

Artikulli paraprakIstri Sekda Riau, Ngaku Beli Tas Bermerk di Mangga Dua, Pedagang: ngaku ngaku kali
Artikulli tjetërTeddy Minahasa Dituntut Hukuman Mati Kasus Peredaran Gelap Narkoba