Beranda Uncategorized Buntut Kerusakan Ranca Upas, Aliansi Pecinta Alam Ontrog Kantor Perhutani Jabar

Buntut Kerusakan Ranca Upas, Aliansi Pecinta Alam Ontrog Kantor Perhutani Jabar

Publikbicara.com, -Buntut event motor trail yang merusak kawasan Ranca Upas, di Kabupaten Bandung Jawa Barat beberapa waktu lalu masih menjadi cerita panjang para pencinta alam. Selain kesal kawasan Ranca Upas rusak. Mereka juga marah dengan pihak panitia dan perhutani yang diduga terlibat dalam pemberian ijin.

Bahkan aksi kemarahan Aliansi Pencinta Alam Jawa Barat dilakukan dengan melakukan aksi unjuk rasa di Depan Kantor Perhutani Jawa Barat di Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung. Dalam aksi tersebut sempat terjadi aksi dorong mendorong antara demonstran dengan petugas keamanan.

Koordinator Aksi Aliansi Pecinta Alam Jawa Barat Opik AW mengatakan aksi itu bukan tanpa sebab, pelanggaran dan perusakan di Kawasan Hutan Lindung terjadi terus berulang.

“Dan perhutani sebagai pemangku Kawasan, alih-alih menghentikan dan menindak berbagai pelanggaran dan perusakan tersebut, justru menjadi bagian dari pelanggaran dan perusakan,”kata Koordinator aksi unjuk Rasa Aliansi Pencinta Alam Jawa Barat Opik AW, Senin (13/3/2023).

Baca Juga :  Usai Ungguli Australia, Timnas Indonesia U-23 Tempati Peringkat Kedua Grup A Piala Asia 2024

Opik mengatakan dalam Kasus Ranca Upas, disamping diakibatkan event yang chaos antara panitia dan peserta juga telah mengorbankan kawasan hutan lindung sebagai fungsi ekologi yang bermanfaat bagi hajat hidup masyarakat banyak.

“Dampak dari hal tersebut membuat kemarahan seluruh masyarakat umum juga para pengiat dan pecinta alam,”tegasnya.

Aliansi Pecinta Alam Jawa Barat, memandang dari sisi ekologi, sisi perlindungan kawasan dan fokus terhadap kerusakan kawasan hutan yang terjadi, sebagai dampak kegiatan tersebut, telah lama memetakan aktor dan factor, serta mendorong dan menuntut tindakan tegas aparat penegak hukum serta untuk segera melakukan pemulihan Kawasan secara terpadu.

Hasil konsolidasi Aliansi Pecinta Alam Jawa Barat menyampaikan sikap melalui pernyataan dengan point diantaranya :

  1. ​Mengecam segala bentuk pelanggaran kawasan hutan lindung di Jawa Barat dan Indonesia.
    2.​Mengecam seluruh aktivitas pelanggaran yang mengakibatkan kerusakan di kawasan Rancaupas dan sekitarnya
  2. ​Mendesak perhutani untuk melarang seluruh aktivitas offroad di hutan lindung di Jawa Barat
  3. ​Mendesak dan menuntut pertanggungjawaban panitia, pengelola, dan para pihak terkait kerusakan di rancaupas, untuk segera melakukan rehabilitasi.
  4. ​Mendesak aparat penegak hukum melakukan tindakan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga :  Kisah Pilu Lansia di Kabupaten Bogor: Aisah dan Harapannya untuk Membangun Kembali Rumahnya

Sementara itu menurut Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perhutani Jawa Barat Banten Asep Dedi Mulyani pasca viralnya Kawasan Ranca Upas yang rusak mengaku sebelumnya sudah membuat langkah -langkah dan tentu sangat merespon positif apa yang dilakukan Aliansi Pencinta Alam Jawa Barat yang melakukan protes didepan Kantor Perhutani Jaw Barat.

 

“Dan kamu rencananya besok akan melakukan penanaman 5000 bibit tanaman di kawasan Ranca Upas dengan melibatkan Stakeholder disana, dan pihak perhutani akan melakukan evaluasi terkait SOP yang berkaitan dengan perizinan dikawasan perhutani termasuk kegiatan seperti off road kemarin itu.”ungkapnya.

 

Editor:  Camel

 

Artikulli paraprakPuluhan Warga di Jasinga Bogor Alami Keracunan Makanan
Artikulli tjetërEnzo Taruna Akmil Blasteran Prancis Diangkat Jadi Adik Asuh Perwira Kopassus