Beranda Daerah Bayi Shalma Mulai Banjir Bantuan dan Kepedulian

Bayi Shalma Mulai Banjir Bantuan dan Kepedulian

Publikbicara.com,- Kondisi bayi Shalma yang berusia (4 bulan) asal Kampung Babakan Sirna Desa Sadeng RT 02 RW 01 mengidap Hidrosefalus masih butuh perawatan secara intensif. Musababnya, untuk biaya sudah ditanggung menggunakan BPJS PBI.

“Alhamdulilah kalau bantuan susu dan pampers sudah banyak, tinggal persiapan kontrol ke RSUD Kota Bogor pada awal Maret,” ucap orang tua bayi, Siti Istianah (28) ketika ditemui wartawan, Senin 27 Februari 2023.

Dia menjelaskan, saat ini kondisi anak keduanya aktif dan mau interaksi hanya kerap menangis kalau mau susu dan digendong karena lingkar kepala terus membesar.

Baca Juga :  Usai Bebas, Ini yang Di lantangkan Ulama dengan Nama Lengkap Rizieq Shihab tentang KM 50

“Untuk lingkar kepala sudah mencapai 55cm dan kenaikannya cepat, tapi anaknya sangat aktif serta ada interaksi,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga mendapatkan bantuan barang dan makanan untuk membuka usaha dari Kementrian Sosial.

“Bantuan terus berdatangan, meskipun suami bekerja serabutan dan tapi tidak setiap hari ada kerjaan,” kata Siti.

Dirinya berharap anaknya bisa sembuh total dengan perawatan yang intensif, karena untuk kontrol sudah dibantu menggunakan kendaraan milik Desa Sadeng.

Baca Juga :  Ilham Akbar Habibie Diusung Partai NasDem jadi Calon Gubernur Jawa Barat

“Saat ini berat badan 5 kilogram lebih, dan asupan susunya sangat banyak. Makanya kami terus berdoa agar bisa sembuh total buat Shalma,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Sadeng Yanuar Lesmana menuturkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga bayi agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

“Untuk BPJS sudah kami bantu menjadi PBI, karena kesehatan warga yang utama. Makanya, pihak pemdes terus melakukan pemantauan kondisi sampai pengobatan menggunakan kendaraan siaga desa,” katanya.

Editor : El Syiham Perdana

Artikulli paraprakViral Menyamar Jadi Pengujung, IRT Muda Diduga Lakukan Aksi Pencurian Karena Himpitan Ekonomi
Artikulli tjetërGubernur Ridwan Kamil Sebut Angka Kejahatan di Jabar Rendah di Banding Provinsi Lain