Beranda Daerah Diduga Tak Kuat Menahan Debit Air, TPT Rumah Warga di Desa Puraseda...

Diduga Tak Kuat Menahan Debit Air, TPT Rumah Warga di Desa Puraseda Ambrol Timpa Rumah Tak Berpenghuni

BOGOR, PUBLIKBICARA.COM – Diduga tak kuat menahan debit air, sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) rumah warga milik Mur Siti di Kampung Cikoneng RT 01 RW 08, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor ambrol dan menimpa rumah tidak di huni yang berada di bawahnya. Tidak ada korban jiwan dalam kejadian yang terjadi pada, Senin 19 September 2022 malam sekira pukul 19.30 WIB tersebut

Sekertaris Desa Puraseda, Asep Ruhiyat membenarkan adanya TPT rumah warga yang ambruk dan menimpa rumah kosong dibawahnya.

“Kalau yang parah itu satu rumah bagian halaman depan menimpa ke kamar mandi di bawah cuma rumah kosong gak ada isinya. Kalau yang bagian atas itu halaman sama ada sedikit ruang tamu,” ungkap Asep Ruhiyat saat dihubungi.

Asep Ruhiyat mengatakan, bahwa sebelumnya pada hari minggu kemarin pihaknya sudah memberi imbauan kepada pemilik rumah untuk mengantisipasi kejadian tersebut, mengingat sudah ada tanda tanda seperti retakan-retakan.

Baca Juga :  Kawal Penyaluran Bansos di Desa Bagoang. Ini Kata Koptu Muntiyono

“Memang kemarin juga sudah terancam dan kami sudah laporan dan sudah di cek juga sama pihak BPBD dan kami antisipasinya kan ada genting atau atap-atap nya kami buka karena ada coran tapi sekarang mah sudah lain sudah roboh memang ini susulan,” katanya.

Kejadian TPT roboh, kata Asep Ruhiyat menyampaikan, itu terjadi sekira pukul 19.30 WIB.

TPT rumah warga roboh dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 3 meter diduga bangunan lama itu tidak mampu menahan debit air hujan yang tinggi.

“Abis magrib hujan terus pas hujan reda diding (TPT) karena berat pondasinya sudah tua kemudian ambrol itu,” katanya.

Asep Ruhiyat mengatakan, bahwa TPT yang roboh tersebut kemudian menimpa rumah kosong di bawahnya, akibatnya bagia kamar mandi yang berada di belakang rusak akibat tertimpa material longsor.

Baca Juga :  Mengenal Sejarah Klub Persita Tangerang dan Klub Persebaya Surabaya

“Rumah yang dibawahnya itu kosong jadi istrinya sudah meninggal jadi suaminya kerja di luar wilayah,” katanya.

Asep Ruhiyat mengatakan, besok pagi pihaknya akan melakukan evakuasi material longsor tersebut.

“Besok pagi kami akan melakukan bersih-bersih puing-puing kebetulan ada tim BPBD yang standby di Desa Purasari jadi kami akan meminta bantuan dibantu dengan warga juga nanti,” katanya.

Asep Ruhiyat mengimbau, kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas curah hujan sering mengguyur wilayah tersebut.

“Apalagi wilayah-wilayah yang rawan longsor sudah kami imbau melalui RT/RW dan kami bersama babinsa juga babinmas sering maping. Tapi, alhamdulillah kejadian yang sekarang cuma itu saja tidak ada korban jiwa, karena memang kemarin kami sudah antisipasi yang di wilayah cikoneng itu,” katanya. (Fex)

Artikulli paraprakDiduga Sakit, Pemuda di Jasinga Bogor Ditemukan Meninggal Dunia di Kios Ponsel
Artikulli tjetërWarga Iran Demo Protes Soal Wanita Yang Tewas Gegara tak Berhijab