Beranda Daerah Pemdes Cileuksa Perkuat Ketahanan Pangan Dengan Budidaya Ikan Sektor Pertanian dan Peternakan

Pemdes Cileuksa Perkuat Ketahanan Pangan Dengan Budidaya Ikan Sektor Pertanian dan Peternakan

BOGOR, PUBLIKBICARA.COM – Pemerintahan Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor tengah berupaya untuk mencari cara dalam membangun ketahanan pangan sesuai arahan pemerintah pusat, bahwa anggaran dana desa 20 persen wajib di alokasikan untuk ketahanan pangan.

“Kami juga perangkat desa membuat musyawarah dengan tahapan-tahapan dari Musrembang desa sampai dengan kegiatan musdes perubahan, lebih mengarah ke program ketahanan pangan sesuai yang di intruksikan pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah,” ungkap Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyandi kepada wartawan pada, Minggu 28 Agustus 2022

Apih Ujang sapaan akrab Ujang Ruhyandi mengatakan, Adapun implentasi dari program ketahanan pangan tersebut, seperti pembuatan kolam budidaya ikan, kemudian sektor peternakan, dan pertanian.

“Hal tersebut (Ketahanan Pangan) dirasa perlu lantaran, usai dihantam bencana (Awal Januari 2022 Lalu) yang mengakibatkan ribuan rumah terdampak hingga harus direlokasi,” katanya.

Baca Juga :  Warga Palestina Kehilangan Bantuan 1 Miliar : Ini Alasan Baznas Menolak Sumbangan dari McDonalds

Apih Ujang mengatakan, tak hanya berfokus pada relokasi rumah warga saja, melainkan harus dipikirkan juga bagaimana kehidupan masyarakat disekitar untuk kedepannya.

“Disamping itu, dengan tersedia lahan seluas 20 hektar, akan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat dalam pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya.

Seperti halnya membuat semacam agrowisata, yang di dalamnya terdapat sirkuit motor trail, disitu juga akan menyediakan lapak bagi pelaku UMKM.

Selain itu, disekelilingnya pun akan ditanami pepohohan buah yang sesuai dengan kontur tanah diwilayah tersebut untuk mencegah terjadinya erosi.

Selama menunggu pepohonan tersebut tumbuh besar, akan diselingi dengan tanaman sayur mayur untuk mengisi kekosongan agar terus menghasilkan.

“Jadi dari 20 hektar tadi ada pemanfaatan lahan yang lainnya juga, rencananya akan bikin sirkuit, ada perkebunan berbentuk agro wisata lah, kenapa demikian? Karena tadi terlepas dari tanaman, kami membuat pemderdayaan umkm, disitu kami mendorong koordinasi dengan Bumdes untuk mengembangkan potensi lokasi tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  Kontroversi Dana Bantuan Wartawan: Menjaga Integritas dan Transparansi dalam Profesi Jurnalistik

Lebih lanjut, Apih Ujang mengatakan, nantinya secara otomatis warga sekitar pun akan terlibat di dalamnya.

“Makanya kami mulai dari lingkup kecil dulu sekarang, nanti kami bentuk kelompok, jika tidak dicontohkan dan hanya melalui sosialisasi biasa sepertinya kurang gereget, tapi dengan langsung dipraktekan warga akan lebih memahami,” katanya.

Namun, agar seluruh program akan dijalankan berhasil, Ujang mengatakan membutuhkan dorongan dari berbagai pihak.

“Yang jelas kami dari pemerintah desa butuh dorongan dari semua pihak, butuh pengawalan dan respon dari para pemangku kebijakan,” katanya. (Fex)

Artikulli paraprakRichard Lee Laporkan Perseteruan nya Dengan Kartika Putri ke IDI Atas Dugaan Kosmetik Abal-abal
Artikulli tjetërPemdes Leuwiliang Serahkan Bantuan Program Ketahanan Pangan Ke Gapoktan