Beranda Bogor Raya Jalan Tertutup Longsor, Bus Damri Jurusan Leuwiliang-Cikidang Berhenti Operasional

Jalan Tertutup Longsor, Bus Damri Jurusan Leuwiliang-Cikidang Berhenti Operasional

BOGOR, PUBLIKBICARA.COM – Pasca bencana banjir dan longsor, operasional bus Damri jurusan Leuwiliang Cikidang belum bisa dilewati dikarenakan akses Jalan penghubung Kabupaten Bogor ke Kabupaten Sukabumi masih dilakukan pengerukan material tanah yang menutup jalan.

Salah satu jalan yang tertutup material longsoran di Kampung Tanjungsari 2, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

“Untuk layanan angkutan umum Leuwiliang Cikidang dihentikan sementara sampai waktu yang tidak ditentukan karena jalan masih tertutup longsor,” kata Koordinator Terminal Leuwiliang Wahyu Hidayat dijumpai di kantornya pada, Senin 27 Juni 2022.

Wahyu Hidayat menjelaskan, pihaknya sudah belum bisa menentukan kapan operasional bus Damri kembali berjalan normal. Karena, tergantung pembukaan jalan yang masih tertutup material longsor.

Baca Juga :  Sejak 2008 BMKG Tak Pakai Skala Richter Lagi Ukur Kekuatan Gempa, Apa Bedanya Dengan Magnitudo?

“Perbaikan masih memakan waktu yang cukup lama dan tidak ada akses lain yang mengarah ke Sukabumi,” jelasnya.

Bahkan, petugas Damri sudah meninjau area jalan yang tertutup longsor dan sudah dilaporkan ke pimpinan perusahaan otobus (PO) Damri pusat.

“Kami selalu memberikan informasi terkait pelayanan ke masyarakat yang menggunakan jasa transportasi Damri dari Leuwiliang ke Cikidang Kabupaten Sukabumi,” kata Wahyu.

Namun, untuk solusi kami mengarahkan transportasi ke terminal bubulak untuk tujuan masing-masing ke wilayah Cikidang dan Palabuhan Ratu.

Baca Juga :  Toko Elektronik di Parung Bogor Dibobol Pencuri, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Sementara kami arahkan perjalanan Damri ke terminal baranangsiang yang bisa langsung menuju Terminal Cikidang maupun ke Palabuhan Ratu,” katanya.

Saat waktu normal, Wahyu Hidayat mengatakan, bus operasional bus Damri dari Terminal Leuwiliang menuju Cikidang berangkat pagi pada Pukul 07.00 WIB dan sore pada Pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, kalau waktu normal dari arah Cikidang menuju Terminal Leuwiliang pagi pukul 10.00 WIB dan sore Pukul 15.00 WIB.

“Armada hanya ada 2 unit karena layanan bersubsidi atau perintis jam operasional nya pagi dan sore,” kata Wahyu. (Fex/Zikri)

Artikulli paraprakSah, Edi Terpilih Menjadi Ketua Rw 02 Desa Ciherang
Artikulli tjetërPemkab Bogor Siapkan Anggaran Untuk Sewa Rumah Bagi Warga Terdampak Bencana di Leuwiliang dan Pamijahan

Tinggalkan Balasan