Beranda Bogor Raya Antisipasi Stunting dan Gizi Buruk, DP3AP2KB Gelar Pelatihan Orientasi TPK

Antisipasi Stunting dan Gizi Buruk, DP3AP2KB Gelar Pelatihan Orientasi TPK

Bogor, Publikbicara.com – Guna mengantisipasi tingginya penderita Stunting maupun Gizi Buruk di wilayah Kecamatan Cigudeg, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) gelar Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Tingkat Desa, di aula kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Kamis 2 Juni 2022.

Koordinator lapangan petugas Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Cigudeg, Suharti mengungkapkan, kegiatan orientasi TPK yang bertujuan untuk menurunkan angka stanting di wilayah kerjanya, karena menurutnya, stanting ini sudah jadi salah satu permasalahan yang disoroti tidak hanya di Indonesia.

Baca Juga :  Saat Bangun Proyek Piala Dunia 2022 Qatar, 500 Buruh Meninggal Dunia

“Agar kedepannya tidak ada lagi kasus-kasus seperti yang sudah ada karena dampak negatifnya nanti akan sangat tidak fokus untuk kehidupan kedepannya,” ungkapnya, Kamis (02/06/2022).

Lanjut dia, sebanyak 309 kader TKP tersebar diseluruh wilayah Kecamatan Cigudeg, dari keseluruhan kader tersebut tergabung menjadi 103 tim, satu tim terdiri dari 3 orang yakni, tenaga kesehatan (Nakes), kader PKK, dan kader KB.

“Tugasnya mereka nanti akan mengadakan kunjungan langsung untuk bertatap muka kepada tiap sasaran, dan sasarnnya itu ada calon pengantin, ada ibu hamil dan ibu pasca melahirkan, atau dirumahnya itu ada baduta (Balita dua tahun),” ujarnya.

Baca Juga :  Sekda Bogor Buka Suara Soal Pengusaha Tolak Penutupan Jalan Otista

Di tempat yang sama, Dr Susi, yang hadir sebagai pemateri mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang di undang dalam acara tersebut guna memberikan penyuluhan tentang stanting karena ada salah satu desa di wilayah Kecamatan Cigudeg yang menjadi lokasi fokus (lokus) stanting.

“Saya berharap kegiatan orientasi TPK ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan kader-kader TPK di Kecamatan Cigudeg agar bisa memahami apa itu stanting dan bisa melakukan pemantauan tumbuh kembang bagi bayi balita di posyandu secara optimal,” tukasnya.

Artikulli paraprakWalkot Bern Sampaikan Duka Yang Mendalam Lewat Surat Untuk Ridwan Kamil
Artikulli tjetër109 Kepala Keluarga Kampung Sinar Harapan Bakal Dibangunkan Huntap

Tinggalkan Balasan