Keluarga Pasien Gizi Buruk Meninggal Dunia Akhirnya Disambangi Pihak Kecamatan Cigudeg, Kadesnya Tidak Bergeming

Berita Populer

- Advertisement -

Bogor, Publikbicara.com – Ramai diberitakan terkait adanya seorang anak usia dibawah 2 tahun pasien gizi buruk yang meninggal dunia beberapa waktu lalu akhirnya didatangi oleh pihak Kecamatan Cigudeg pada, Rabu (27/04/2022).

Menurut Kasie PKM Kecamatan Cigudeg, Imas Masmawati menyampaikan, bahwa kedatangan pihaknya kerumah salah satu pasien tersebut selain untuk memastikan kondisi keluarga pasien juga memberikan bantuan berupa sembako dan memberikan santunan sebagai bentuk kepeduliaan.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari teman- teman media akhirnya kami bisa terjun langsung ke lapangan dan bisa tau kondisinya ternyata di kecamatan cigudeg masih saja ada pasien gizi buruk,” kata Imas Masmawati kepada wartawan.

- Advertisement -

Imas menyampaikan, kedatangan pihaknya tersebut juga mendapat penjelasan se-detail mungkin dari pihak keluarga pasien tentang kronologi yang memang sesuai dengan apa yang diberitakan beberapa media tersebut.

“Memang sudah tertera disitu (di berita) mudah-mudahan kedepan kita bisa mengambil langkah dengan pihak UPT Kesehatan untuk monitoring dan koordinasi dengan pihak desa maupun dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor,” katanya.

Baca Juga :  Soal Jalur Tambang, Anggota Dewan Ingatkan Janji Ridwan Kamil

Kedatangan Kasie PKM bersama TKSK, UPT Puskesmas Cigudeg, Bidan Desa, IPSM, Pol-PP Cigudeg didampingi staf Desa Banyuresmi.

- Advertisement -

“Kemarin informasinya akan didampingi (Kepala Desa dan Sekdes) ternyata tidak yah, hari ini hanya didampingi oleh staf desa nya saja yaitu kasie kesra desa,” ucap Imas Masmawati.

Dirinya berharap, kejadian itu tidak terulang kembali. Pentingnya mejaga dan meningkatkan komunikasi yang lebih baik dengan semua leading sektor.

“Yang pasti kedatangan hari ini merupakan tindak lanjut yang ramai diberitakan,” cetusnya.

- Advertisement -

Ditempat yang sama, Ketua TKSK Kecamatan Cigudeg, Hambali menegaskan hal yang sama, justru dirinya menyampaikan terimakasih kepada rekan-rekan media yang turut membantu memberikan informasi sebagai sosial kontrol.

“Kedatangan kami kesana justru atas dasar pemberitaan dari rekan-rekan media. Dalam arti, kita kesana itu bukan laporan dari pihak desa justru dari rekan-rekan media yang membantu sebagai partner kerja kita,” tegas Hambali.

Menurut informasi, almarhumah balita perempuan berusia 2 tahun tersebut merupakan anak ke 3 dari pasangan suami istri Waludin (37) dan Wati (35), pasien gizi buruk dan meningitis dikabarkan meninggal dunia pada, Jumat 22 April 2022 lalu dan sempat dirawat selama sembilan hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Leuwiliang. Jenazah balita tersebut dibawa pulang pihak keluarga dengan menggunakan kendaraam mobil bak terbuka atau pick up.

Baca Juga :  Peternak Ayam Petelur di Kemang Bogor Menjerit Karena Harga Pakan Melejit

Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Desa Banyuresmi belum bisa dihubungi dan belum memberikan keterangan.

“Kades tidak ada, Sekdes sedang ke kecamatan” ucap salah satu staf desa, Latif, ditemui di kantor Desa Banyuresmi pada, Rabu (27/04/2022).

Diberitakan sebelumnya, Seorang anak usia dibawah lima tahun (Balita) yang diduga menderita gizi buruk dan meningitis di Kampung Cisarua RT 01 RW 07, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dikabarkan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang. Yang lebih memperihatinkan keluarga korban yang kurang mampu itu luput dari dari perhatian Pemerintah desa setempat. (Fex)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Bogor
light rain
21.9 ° C
21.9 °
21.9 °
88 %
2.1kmh
85 %
Sab
23 °
Ming
30 °
Sen
30 °
Sel
31 °
Rab
31 °

Berita terbaru

Kurikulum Merdeka Belum Semuanya Diterapkan di Sekolah Dasar di Leuwisadeng Bogor

Bogor, Publikbicara.com - Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan Kurikulum Merdeka sebagai rangkaian...

Berita Terkait
publikbicara.com