25.9 C
Bogor
Jumat, 20 November 2020

Pria Yang Viral Ngamuk ke Petugas, Kini Jalani Proses Pemeriksaan

Berita Populer

Polisi Ungkap Penemuan Satu Jasad Lagi di Nanggung

NANGGUNG - Kepolisian sektor Nanggung kembali menemukan satu jasad yang berlokasi di kampung Gunungdahu Cibayid, Desa Bantar Karet, Kecamatan...

Tukang Cilok Habisi Dua Nyawa di Depok dan di Nanggung

NANGGUNG - Korban pembunuhan yang dilakukan oleh J dan K ternyata sudah terkubur selama tiga bulan. Bahkan, motif yang...

Iryanto Dikabulkan Penangguhan Penahanannya Oleh Hakim Pengadilan.

BANDUNG - Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung hari ini, ada hal yang mengejutkan dan sangat emosional...

Kades Cilaku Kecamatan Tenjo Bantah Adanya Pemotongan BPNT

TENJO - Kepala Desa Cilaku, Kecamatan Tenjo Jumadi mengaku kesal bahwa RT atau RW nya dituding melakukan ...

Aan Triana : Pemkab Bogor Akan Bangun Sirkuit Balap Motor Di Rumpin

BOGOR - Dalam acara gathering IMI Korwil Kabupaten Bogor yang diadakan di RM Balema, Gunung Geulis, Sukaraja (18/11) yang...
- Advertisement -

Bogor – Satreskrim Polresta Bogor Kota melakukan pemeriksaan terhadap Endang Wijaya (44), pengendara mobil yang mengamuk kepada petugas saat melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor, Jawa Barat.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Firman Taufik mengatakan Endang dijemput petugas dari rumahnya di wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor sekitar pukul 21.00 WIB pada Senin 4 Mei 2020.

“Benar (Endang), sudah kami periksa Senin (4/5/2020) malam,” kata Firman, kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

- Advertisement -

Saat proses pemeriksaan, pria yang diketahui senior Wali Kota Bogor Bima Arya di bangku SMA itu bersikap korperatif dan mengakui kesalahannya.

“Pemeriksaannya sudah selesai, yang bersangkutan juga sudah kami pulangkan lagi sambil menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya,” tambahnya.

Pasal yang disangkakan kepada pelanggar PSBB ini yakni Pasal 216 KUHP dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun dan denda Rp 100 juta.

- Advertisement -

“Karena ancamanya satu tahun tidak kami tahan. Semua masih dalam proses pemeriksaan, secara fakta unsur-unsurnya memenuhi dari pemeriksaan secara awal, nanti kita gelar perkara dulu,” jelasnya.

Kejadian ini, lanjut Firman, dapat dijadikan contoh kepada masyarakat agar mengikuti aturan selama masa PSBB di Kota Bogor dan dapat bekerjasama dengan baik terhadap petugas di lapangan.

“Ini contoh kepada masyarakat, agar PSBB menjadi kebijakan pemerintah yang harus dijalankan. Semua petugas di lapangan sudah berdasarkan surat perintah dan aturan. Karena sedang melaksanakan tugas jadi tolong bekerjasama,” katanya.

- Advertisement -

Sumber:Suara jabar

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Jurnalis, Pihak PLN ULP Leuwiliang Meminta Maaf

CIBUNGBULANG-Pasca pelecehan terhadap wartawan yang dilakukan oknum PLN area Leuwiliang berakhir damai. Bahkan keduanya saling meminta maaf dihadapan wartawan...

LBH Bara JP : Penangguhan Penahanan Iryanto Jadi Angin Segar Pengungkapan Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Dalam persidangan yang dilangsungkan di Pengadilan Tipikor Bandung (20/11) beragendakan pemeriksaan saksi berinisial SP (dalam kasus OTT ini berperan sebagai pemberi uang)...

Cek Silsilah Habib Rizieq Shihab

JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shibab telah menjadi sorotan usai kembali ke Indonesia setelah sempat tinggal selama 3,5...

Besok, Ridwan Kamil Akan Neken UMK Jabar

JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan akan meneken upah minimum kota/kabupaten (UMK) pada Sabtu (21/11) besok. Kepastian ia ungkapkan usai melakukan...

Selain Gaji, Ternyata Bonus Lionel Messi Keren Banget

Barcelona - Lionel Messi adalah pemain dengan gaji tertinggi di Barcelona. Belum lagi kalau pergi nanti, bonus terakhirnya yang sangat besar menanti! Barcelona lagi dilanda...

Berita Terkait
publikbicara.com