30.2 C
Bogor
Rabu, 2 Desember 2020

Pemkab Bogor Anggarkan Rp.92,9M Untuk Hunian Para Korban Bencana Sukajaya

Berita Populer

Iryanto : Saya Tidak Pernah Menerima Uang Seperti Yang Dituduhkan Dalam Kasus OTT DPKPP

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) yang dilakukan oleh Satreskrim...

Diduga Gara-gara Cas HP, Satu Rumah Terbakar di Leuwiliang

LEUWILIANG - Diduga Karena arus pendek aliran listrik satu rumah di Kampung Parungsinga RT 01/RW 07, Desa Karehkel Kecamatan...

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari...

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil Kepala UPT VI PUPR

CIGUDEG - Proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari menjadi sorotan warga sekitar, pasalnya pelaksanaan pengerjaan jalan sepanjang 2,1 Kilometer berubah menjadi...

Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi...
- Advertisement -

CIBINONG — Pemerintah Kabupaten Bogor menganggarkan Rp92,9 miliar untuk penanganan pascabencana di Kecamatan Sukajaya dan beberapa wilayah sekitarnya, yang terdampak longsor dan banjir bandang pada awal Januari 2020. Anggaran itu diperuntukkan bagi pembangun hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

“(Alokasi) Rp 92,9 miliar untuk pembangunan huntara, penyiapan lahan, penyediaan sarana pendukung huntap dan rehabilitasi rumah rusak,” kata Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, di Kabupaten Bogor, Ahad (20/4)

Menurutnya, anggaran dari biaya tak terduga (BTT) hasil pergeseran beberapa kegiatan dalam APBD Kabupaten Bogor 2020 itu akan digunakan untuk membangun sejumlah sarana hunian tetap (huntap) dan membangun hunian sementara (huntara) korban bencana di wilayah barat Kabupaten Bogor.

- Advertisement -

“Intinya kami menganggarkan pascabencana ini di angka Rp 92 miliar. Di antaranya untuk huntap dan huntara sekitar Rp 41 miliar. Kami juga menganggarkan perbaikan rumah rusak sedang di angka Rp 10 juta per unit dan rusak berat Rp 25 juta per unit,” terang politikus Partai Gerindra itu.

Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan, khusus anggaran untuk huntap hanya diperuntukkan bagi sarana pendukung seperti air bersih, jalan lingkungan, listrik dan sarana peribadatan. Karena, pembangunan huntap sendiri akan didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Seperti diketahui, lahan bekas tanaman kelapa sawit seluas 3,8 hektare milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Cikasungka di Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor akan dibangun sebanyak 223 unit huntap. Pembangunan huntap digarap langsung oleh Kementerian PUPR, dengan anggaran sekitar Rp 50 juta untuk setiap satu huntara.

- Advertisement -

Namun, Ade menganggap, lahan 3,8 hektar masih jauh dari kebutuhan yang diperkirakan mencapai 2.000 huntap. Hal itu membuat ia kembali mengajukan ke PTPN VIII Cikasungka untuk memperluas area relokasi menjadi 28,02 hektar.

Politikus PPP itu menerangkan, lahan seluas 28,02 hektar di Desa Sukaraksa itu diperkirakan hanya cukup untuk membangun 1.400 huntap, sedangkan sisanya 200 huntap akan dibangun di Desa Sukamaju dengan luas lahan 5,6 hektare.

Di samping itu, Pemkab Bogor juga mengajukan pembangunan 400 unit huntap di Desa Urug Kecamatan Sukajaya dengan luas lahan 10,3 hektar yang juga masih milik PTPN VIII Cikasungka.

- Advertisement -

“Di Sukajaya hanya sebagian kecil karena beberapa wilayah di Sukajaya tak boleh dibangun karena masuk zona merah seperti Desa Cileuksa, Cisarua, dan Pasir Madang,” kata Ade.

Sumber:Ayo bogor

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Gara-gara Cas HP, Satu Rumah Terbakar di Leuwiliang

LEUWILIANG - Diduga Karena arus pendek aliran listrik satu rumah di Kampung Parungsinga RT 01/RW 07, Desa Karehkel Kecamatan...

Picu Kerusakan Alam, Galian C di Rumpin Disegel KLHK

RUMPIN - Satgas Penegak Hukum LHK, Ditjen Penegakan Hukum LKH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan penyelidikan terkait lokasi galian Sabagi, di Desa...

Geng Motor Bikin Ulah Lagi, Warga Bogor Sedang Ronda Diserang Senjata Tajam

BOGOR-Kelompok geng motor kembali berulah di Kota Bogor. Kali ini, warga Tanahsareal yang menjadi korban penyerangan aksi brutal menggunakan senjata tajam saat sedang ronda. Informasi...

Unik, Binaragawan Menikahi Boneka Seks

JAKARTA - Penantian Yuri Tolochko untuk menikah akhirnya terwujud. Setelah sempat tertunda, sang binaragawan akhirnya memperistri Margo, yang bukan lain adalah sebuah boneka seks. Yuri...

Habib Rizieq Minta Maaf Soal Kerumunan Massa di Bandara Soeta Hingga Megamendung Bikin Resah

JAKARTA- Habib Rizieq Shihab (HRS) meminta maaf terkait kerumunan massa di Bandara Soekarno-Hatta hingga Megamendung, Bogor yang telah membuat keresahan. Habib Rizieq mengatakan pelanggaran...

Berita Terkait
publikbicara.com