Beranda Daerah Ade Yasin Tinjau KRL Jabodetabek, Penumpang Sulit Diatur

Ade Yasin Tinjau KRL Jabodetabek, Penumpang Sulit Diatur

Bogor – Bupati Bogor Ade Yasin meninjau aktivitas KRL Jabodetabek. Ade menyebut, pembatasan di moda KRL belum maksimal. Penumpang masih sulit diatur.

“Hasil pemantauan memang karena ini stasiun ketiga setelah Bogor dan Cilebut, masih ada yang akhirnya, karena nggak ada space-nya, akhirnya duduk di yang tidak boleh,” kata Ade Yasin, di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (20/4/2020).

“Itu masih ada (pelanggaran) saya lihat ya. Terus yang berdiri juga di depan, yang duduk tuh, masih ada. Artinya, kita ingin ideal. Tapi memang ketika mereka sudah masuk kereta, mau jalan, sudah sulit lagi diatur,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kamu Bertanya-tanya Bolehkah Wanita Mencukur Rambut Kemaluan? Temukan Jawabannya di Sini

Ade menambahkan, penumpang KRL juga banyak yang belum disiplin. Banyak penumpang KRL, katanya, yang tidak memakai sarung tangan.

“Dan seharusnya pakai sarung tangan karena mereka (penumpang KRL) pegang pintu, pegang handle, gantungan, pegang-pegang begitu. Seharusnya mereka pakai sarung tangan atau pegang hand sanitizer,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mengarungi Gelombang Ampunan: Sholat Taubat sebagai Jalan Kembali kepada Allah

Meski belum ideal 100 persen, Ade mengatakan jumlah penumpang di stasiun sudah berkurang dibanding sebelumnya. Dari laporan yang dia terima, ada penurunan jumlah penumpang sebanyak 24 persen di Stasiun Bojonggede.

“Kalau memang ini (KRL) tetap beroperasi, untuk memutus mata rantainya (COVID-19) tergantung kedisiplinan penumpang ya,” pungkas dia.

Sumber:Detik.com

Artikulli paraprakDeg-degan, Ivan Seventeen Ikutan Rapid Tes
Artikulli tjetërKetua Katar Kecamatan Jasinga, Pantau Pembuatan Masker Kain Oleh Katar Neglasari