26.1 C
Bogor
Selasa, 1 Desember 2020

Hari Pertama PSBB Tanggerang Patuh Aturan, Belum Ada Yang Melanggar

Berita Populer

Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...

Video penangkapan Pelaku Kriminal di Jasinga Kagetkan Warga Jasinga

JASINGA - Beredar video penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian, yang terjadi di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor. Dari rekaman video yang...

JBB Peduli Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Ditengah pandemi Covid 19, Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengandeng Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Leuwiliang berbagi...

Pol PP Parungpanjang Tutup Paksa THM

PARUNGPANJANG - Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kecamatan Parungpanjang tutup paksa kegiatan rumah tinggal yang dijadikan tempat hiburan...
- Advertisement -

Jakarta – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, sejak kemarin, Sabtu (18/4/2020). Di hari pertama PSBB Tangerang, para pelanggar belum menerima surat teguran polisi.
“Kalau Tangsel dan Tangerang Kota kan baru hari ini diberlakukan, namanya hari pertama kan dia harus bersosialisasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, dikutip dari NTMC Polri.

“Hari ini belum (ada surat teguran-Red), karena ini baru hari pertama, nanti hari Senin mungkin dia baru ada teguran, sampai hari Minggu ini baru sosialisasi secara masif dulu aja,” sambungnya lagi.

Yusri mengatakan masyarakat Tangerang Selatan dan Kota Tangerang sebagian besar sudah memahami seluk beluk aturan PSBB. Artinya masyarakat di Tangerang secara umum sudah sadar dan mematuhi aturan ini.

- Advertisement -

Adapun pelanggaran PSBB didominasi oleh pengendara motor yang tidak memakai masker dan pengendara mobil yang belum menerapkan aturan kapasitas maksimal penumpang.

“Paling banyak masih masker ya, hampir sama semua rata-rata masker yang masih banyak belum pakai. Kedua, kendaraan yang melebihi 50 persen penumpang itu,” tukasnya.

Sumber:Detik.com

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

JBB Peduli Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Ditengah pandemi Covid 19, Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengandeng Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Leuwiliang berbagi...

Dapur dan Kolam Ikan Tertutup Material Longsor

NANGGUNG - Curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Nanggung menyebabkan tebing persawahan di Kampung Cimanganten RT 01/11, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung longsor,...

Pol PP Parungpanjang Tutup Paksa THM

PARUNGPANJANG - Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kecamatan Parungpanjang tutup paksa kegiatan rumah tinggal yang dijadikan tempat hiburan malam (THM) di Kampung Dago,...

Koramil 2116 Leuwiliang Bantu Kantor Pos Salurkan BST

LEUWILIANG - Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp 300.000 per bulannya. Dan biasanya didampingi oleh...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor 67 tahun 2017 dan Nomor...

Berita Terkait
publikbicara.com