26.7 C
Bogor
Jumat, 4 Desember 2020

Sejumlah Kantor Yang Tidak Taat Aturan PSBB di Jakarta Ditutup Sementara

Berita Populer

Diduga Gara-gara Cas HP, Satu Rumah Terbakar di Leuwiliang

LEUWILIANG - Diduga Karena arus pendek aliran listrik satu rumah di Kampung Parungsinga RT 01/RW 07, Desa Karehkel Kecamatan...

Picu Kerusakan Alam, Galian C di Rumpin Disegel KLHK

RUMPIN - Satgas Penegak Hukum LHK, Ditjen Penegakan Hukum LKH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan penyelidikan terkait...

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil Kepala UPT VI PUPR

CIGUDEG - Proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari menjadi sorotan warga sekitar, pasalnya pelaksanaan pengerjaan jalan sepanjang 2,1 Kilometer berubah menjadi...

Iryanto : Saya Tidak Pernah Menerima Uang Seperti Yang Dituduhkan Dalam Kasus OTT DPKPP

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) yang dilakukan oleh Satreskrim...

Diduga Dendam Pribadi, Irsad Tewas Dibacok

GUNUNGSINDUR - Diduga dendam pribadi seorang pria Irsad (40) warga Kampung Kreo RT 02, RW 05 Desa Cibadung, Kecamatan...
- Advertisement -

Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menindak sejumlah perkantoran yang tidak menaati pelaksanaan aturan saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sampai saat ini, setidaknya sudah 20 perkantoran yang ditutup sementara.

“Totalnya ada 20 perkantoran yang ditutup,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (17/4).

Arifin merinci 20 perkantoran yang ditutup itu paling banyak berada di Jakarta Barat dengan 11 perkantoran. Sementara di Jakarta Pusat lima perkantoran, dan di Jakarta Utara empat perkantoran.

- Advertisement -

Kantor yang ditutup merupakan perusahaan-perusahaan yang tidak dikecualikan selama PSBB, namun masih tetap beroperasi.

Kendati begitu, Arifin tidak merinci kantor mana saja yang saat ini telah ditutup sementara oleh Pemprov DKI.

Arifin memastikan, pihaknya juga masih terus melakukan sidak ke sejumlah lokasi perkantoran yang masih buka. Sidak akan dilaksanakan hingga masa PSBB berakhir.

- Advertisement -

“Sidak selama PSBB berlangsung,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan perusahaan yang tidak taat tersebut akan diberi teguran terlebih dulu sebelum dihentikan sementara.

Selama PSBB, aktivitas perkantoran harus dihentikan. Hal itu tertuang dalam Pasal 9 Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 mengenai PSBB di DKI Jakarta dalam menghadapi virus corona.

- Advertisement -

Aturan itu menjelaskan bahwa perusahaan harus menghentikan sementara aktivitas kerja di kantor. Selama penghentian itu, perusahaan wajib mengganti aktivitas tersebut dengan bekerja di rumah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya juga telah mengancam akan mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan PSBB di Jakarta.

Ada pengecualian bagi kantor-kantor yang bergerak di bidang pemerintahan, kesehatan, pangan, energi, komunikasi dan teknologi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, dan industri strategis.

Sumber:Cnn Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Asa Penjual Seruling Dimalam Hari

CIBUNGBULANG - Pak Wira (55) nampak lelah tertidur disebuah emperan toko di jalan raya Cibungbulang, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor...

Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Karang Taruna adalah Organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan...

Polsek Ciampea Laksanakan Binrohtal dan Santunan Yatim

CIAMPEA - Kepolisian Sektor Ciampea melaksankan Program Bimbingan rohani dan mental (Binrohtal) dan santunan kepada puluhan anak yatim. Sekaligus melaksankan doa bersama agar pilkades...

Bima Arya Datangi Bank Swasta Yang Dikabarkan Ada Karyawan Positif Corona

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendatangi kantor salah satu bank swasta di Jalan Ciheulet, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (3/12/2020)...

Tips Atasi Bisnis Makanan Sepi Pembeli Saat Pandemi

JAKARTA - Pandemi virus Corona (COVID-19) mengubah perilaku konsumen sangat drastis. Terutama bagi konsumen di bisnis makanan dan minuman yang kini sudah mengurangi aktivitas...

Berita Terkait
publikbicara.com