29.4 C
Bogor
Kamis, 19 November 2020

Social Distancing KRL Perlu Perhatian Agar PSBB Berhasil

Berita Populer

Bupati Bogor Ade Yasin Positif Covid-19

BOGOR - Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin positif COVID-19. Ia menyampaikan kabar tersebut melalui keterangan tertulis. “Assalamu’alaikum Wr. Wb....

Diduga, Oknum PLN ULP Leuwiliang Lecehkan Profesi Jurnalis

CIBUNGBULANG - Aksi pelecehan terhadap profesi Jurnalis kembali terjadi di Bogor, petugas perusahaan listrik negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan...

Atlet Balap Motor Kabupaten Bogor Untuk PORDA 2022 Didominasi Atlet Lokal

BOGOR - Gathering Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Bogor diadakan di Restoran Balena, Gunung Geulis, Kec Sukaraja dihadiri ketua...

Viral, Penampakan Hantu Kuntilanak di Nanggung Hebohkan Warganet

NANGGUNG - Viral, sesosok penampakan hantu kuntilanak bergaun merah gegerkan warganet, dari keterangan foto itu diambil di Kampung Teluk...

Diteriakin Maling, Aksi Pencurian Motor Berhasil Digagalkan

DRAMAGA - Aksi pencurian motor di area parkir KUD Sumber Alam Dramaga, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga berhasil di gagalkan...
- Advertisement -

Jakarta-Wakil Ketua Komisi V DPR Syarif Alkadri meminta pemerintah menutup semua akses keluar dan masuk Jakarta. Selain itu ia juga berharap pemerintah agar melakukan penertiban social distancing khususnya di KRL.

“Nah kalau di KRL ini kita agak sulit memang, orang ngantre berdesak-desakan. Tapi saya kira solusinya bahwa harus ditingkatkan sosialisasi dan pengawasan. Bahwa pentingnya social distancing ini,” kata Syarif kepada kumparan, Kamis (16/4).

Meski demikian, Syarif tidak bisa menjawab secara pasti terkait dengan sanksi bagi pelanggar PSBB ini. Sebab, dalam aturannya tidak diatur dengan tegas. Tapi, dia berharap semua bisa ikut berpartisipasi untuk tertib PSBB.

- Advertisement -

“Terkait dengan sanksi saya kira memang tidak ada aturan sanksi yang jelas. Namun kepala daerah bisa membuat aturan itu melalui pergub misalnya,” ujar Syarif.

Untuk mendukung PSBB, kata Syarif, juga perlu didukung oleh perkantoran khususnya swasta. Dengan merumahkan seluruh atau sebagian karyawannya, maka kendaraan tidak akan sepadat biasanya. Syarif juga sepakat apabila semua akses kendaraan umum di Jabodetabek untuk ditutup.

“Saya sepakat apabila semua transportasi keluar masuk Jakarta, tidak hanya Jakarta, tapi Jabodetabek itu dihentikan baik KRL maupun kendaraan umum lainnya. Memang saya melihat masih ada orang yang beraktivitas kerja di tengah pandemi ini. Nah saya berharap pihak perusahaan terutama swasta itu bisa merumahkan karyawannya itu,” ujar politikus NasDem ini.

- Advertisement -

“Kalau semua masih berjalan, saya kira tidak akan efektif untuk social distancing ini. Termasuk juga memutus penyebaran ini akan sulit,” tutup Syarif.

Sumber:Kumparan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

1 Januari 2021 BBM Premium Bakal Dihapus

JAKARTA - Indonesia berencana mau hapus BBM jenis Premium pada 1 Januari 2021 mendatang. Hal itu dikarenakan BBM dengan...

Ade Yasin dan Putrinya Terpapar Covid-19

BOGOR-Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Bogor. Bupati Bogor Ade Yasin dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, putri tercintanya, Nadia Husna Humaira, ikut terpapar. Hal itu...

Ade Yasin Minta Segera Tes Swab Bagi Yang Pernah Tatap Muka Dengannya

BOGOR-Setelah terkonfirmasi positif Covid-19, Bupati Bogor Ade Yasin meminta-minta Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan penelusuran kepada orang-orang yang pernah bertatap muka dan bertemu dengannya....

Mayat Pria Ditemukan Terkubur Dalam Kontrakan di Depok

DEPOK-Warga di Jalan Kopral Daman, Sawangan, Depok, Jawa Barat digegerkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin pria di sebuah rumah kontrakan. Kehebohan itu dikarenakan...

DM Leuwisadeng Gercep Salurkan Bantuan Dari Dinsos Bogor

LEUWISADENG - Dalam UU no 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas disebutkan bahwa Penyandang Disabilitas, Sesuai undang-undang tersebut, adalah setiap orang yang mengalami...

Berita Terkait
publikbicara.com