31.7 C
Bogor
Rabu, 25 November 2020

Terjadi Penumpukan Penumpang Di stasiun Bogor

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

Wanhai Perintahkan Anggota Fraksi Golkar Untuk Sidak Rumah Sakit Yang Telantarkan Mayat Dimotor

BOGOR - Adanya video warga di Kabupaten Bogor membawa jenazah dengan menggunanakn kendaran roda dua di Jalan...
- Advertisement -

Bogor-Penumpukan penumpang terjadi di Stasiun Bogor, Senin (13/4) pagi.

Pantauan Metropolitan.id, penumpukan penumpang terjadi sekitar pukul 06.13 WIB. Antrian panjang dari para penumpang kereta api ini sampai ke pintu keluar Stasiun Bogor.

Penumpukan penumpang tersebut bertolak belakang dengan kebijakan jarak sosial dan jarak fisik yang terus digalakan untuk meminimalkan penyebaran virus corona.

- Advertisement -

“Saya meminta pemerintah dalam hal ini tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor meminta pihak PT KAI, khususnya manajemen Statiun Bogor untuk menyediakan klarifikasi terhadap pakaian tersebut. Karena hal ini sangat rawan terhadap penyebaran virus covid-19, ”kata Anggota DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima kepada Metropolitan.id.

Selain memberikan sambutan keras, pria yang akrab disapa SB ini berharap tidak ada lagi penumpukan penumpang ke didukung.

“Saya meminta agar penumpukan orang seperti ini tidak terjadi lagi dan mengambil langkah-langkah serius, penting dan ketat untuk melakukan pengaturan dan penertiban orang sesuai dengan prosedur standar yang selayaknya,” tegasnya.

- Advertisement -

Hingga berita ini dilansir, Metropolitan.id belum mendapatkan jawaban dari Manajer Senior Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa atas penumpukan yang terjadi.

Sumber:Metropolitan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Gerindra DKI Prihatin Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Jakarta - Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap KPK. Penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo tersebut membuat...

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H, yang mengaku wartawan salah...

FHUI Latih Empat Desa Tentang Hukum

BOGOR - Bekerjasama dengan desa se-Kecamatan Rancabungur, Tim Pengabdi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar pelatihan perencanaan peraturan desa tentang penanggulangan corona virus disease atau...

AS Akan Bantu RI Dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Amerika Serikat (AS) bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin...

Iuran BPJS kesehatan Bakal Disesuaikan Seiring Diberlakukan Kelas Standar Pada 2021

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan akan mengalami penyesuaian seiring dengan kelas standar yang akan diberlakukan pada 2022. Saat ini pemerintah sedang merancang jaminan kesehatan...

Berita Terkait
publikbicara.com