25.9 C
Bogor
Kamis, 26 November 2020

Status Karyawan Otomotif di Jepang Selalu Dijaga Selama Pandemi Covid 19

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Kadisdik Kabupaten Bogor Sampaikan Apresiasi Raihan Prestasi SMPN 1 Tenjo

TENJO - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas sejumlah prestasi yang...

IIPG Kabupaten Bogor dan IIPG Pusat Tebar Sembako di Megamendung

BOGOR - Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Bogor dan IIPG Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengadakan aksi peduli sosial...

Maling Kotak Amal Berkendara Mobil Terekam Kamera CCTV di Parung panjang

PARUNGPANJANG - Aksi pelaku pencurian kotak amal terang-terangan, pelaku yang diduga berkendara mobil terekam kamera CCTV di salah satu...
- Advertisement -

Jakarta – Chief Executive Toyota, Akio Toyoda, berjanji bahwa industri otomotif Jepang akan berusaha untuk menjaga status kerja karyawannya di seluruh dunia. Toyoda khawatir ekonomi Jepang akan hancur sebelum dunia dapat memenangkan perang melawan virus Corona.

“Jika rumah sakit kami tidak dapat menampung pasien sampai titik tertinggi, maka Jepang mungkin tidak akan pernah bisa pulih,” kata Toyoda dalam konferensi pers online.

Toyoda yang juga merupakan ketua asosiasi industri otomotif di Jepang mengajak Nissan, Honda dan pemasok suku cadang untuk mengumpulkan dana. Dana tersebut akan diberikan kepada mereka yang tidak dapat bekerja selama melewati masa ini.

- Advertisement -

Langkah ini dilakukan Toyoda karena menurutnya ancaman terbesar bagi industri adalah potensi hilangnya pekerja terampil dengan keahlian manufaktur dan teknik mereka.

Toyoda mengenang kembali sejarah Toyota berjuang pasca Perang Dunia II di mana mereka sampai membuat panci dan menanam kentang. Kenangan tersebut merupakan tekad Toyota dalam mempertahankan hidup industri ini dan pekerjanya.

Jepang telah mengumumkan keadaan darurat di negaranya minggu ini karena kasus positif Corona terus meningkat, terutama di Tokyo dan daerah perkotaan lainnya. Terakhir tercatat ada 5.500 kasus virus Corona dan ditakutkan akan ada lompatan eksponensial.

- Advertisement -

Toyoda juga mengatakan akan meminjamkan 3.000 kamar karantina yang sebelumnya digunakan karyawannya setelah pulang dari luar negeri. Ia pun kembali menegaskan bahwa kita harus dapat bertahan hidup melewati ini semua.

“Kita harus bertahan hidup. Kalau tidak, tidak akan ada musim semi.” pungkasnya.

Sumber:Detik.com

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

BPJS Kesehatan KC Cibinong Launcing Program Pandawa

CIBINONG - Bertemakan 'Adaptasi Kebisasaan Baru (AKB) dan pelayanan Pandawa' Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang (KC) Cibinong...

Bima Dukung Penuh Anugerah PWI untuk Pejuang Covid

BOGOR - Rencana PWI Kota Bogor yang akan menggelar acara penghargaan kepada mereka yang tulus ikhlas berjuang selama pandemi Covid -19, didukung full Wali...

Kampanye Pilkada, Bawaslu Temukan 2.126 Kasus Pelanggaran Protkes Covid-19

JAKARTA - Masa kampanye Pilkada telah berjalan hampir 2 bulan, Bawaslu mengungkap kampanye dengan metode tatap muka terus meningkat di tengah wabah virus Corona....

Penjelasan Ashanty Soal Millen Cyrus Terjerumus Narkoba

Jakarta - Biasa berpakaian modis dan seksi, beberapa hari lalu Millen Cyrus tampil berbeda. Ia tampak lesu dengan busana berwarna orange bertuliskan tahanan. Hal itu...

Bima Arya : Kasus Covid-19 di Kota Bogor Rata-Rata 4 Kasus Per Hari

BOGOR - Laju penambahan kasus baru Covid-19 di Kota Bogor masih tergolong tinggi. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, rata-rata ada 40-an kasus positif...

Berita Terkait
publikbicara.com