29.7 C
Bogor
Sabtu, 28 November 2020

Anak Krakatau Erupsi, Warga Pinggir Pantai Banten Berlarian

Berita Populer

Video penangkapan Pelaku Kriminal di Jasinga Kagetkan Warga Jasinga

JASINGA - Beredar video penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian, yang terjadi di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor. Dari rekaman video yang...

Pemberi Uang Berniat Menyerahkan Uang Bukan Kepada Iryanto Saat OTT DPKPP.

BOGOR-Sidang lanjutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) DPKPP Kabupaten Bogor di gelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung yang...

Warga Rumpin Antusias Tunggu Kedatangan Presiden Jokowi

RUMPIN - Antusias warga tunggu kedatangan Presiden Joko Widodo di Rumpin, Kabupaten Bogor dengan tujuan khusus (KHDTK) sekaligus pembagian...

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

MMD Kecamatan Leuwisadeng, Galakan Kebersihan dan Kesehatan

LEUWISADENG - Sosialisasi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat perlu digalakkan, dimulai dari diri sendiri...
- Advertisement -

Banten-Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi sejak Jumat (10/4) pukul 22.35 WIB. Akibatnya, warga yang ada di sekitar pesisir pantai di Kabupaten Serang dan Pandeglang, Banten, pun panik dan langsung berlarian menjauh dari pantai.

“Saya kebetulan ada di pinggir pantai, ketika melihat semburan Gunung Anak Krakatau, saya langsung lari,” kata warga Kecamatan Sumur, Pandeglang, Rusli Susanto, Sabtu (11/4) dini hari.

Menurut Rusli, warga langsung lari ke dataran yang lebih tinggi karena khawatir dengan tsunami. Pada akhir tahun lalu, musibah tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sempat melanda Banten dan Lampung.

- Advertisement -

“Jujur saja, saya masih khawatir kejadian tsunami kembali terulang. Sebagian warga juga terus memantau pergerakan air laut,” ujarnya.

Di tengah kepanikan warga, nelayan yang sedang melaut di perairan Ujung Kulon juga minta dijemput. Setelah dijemput, mereka bergegas ke rumah masing-masing.
Sementara itu, Koordinator Balawista Serang Sahrudin menyebut pihaknya masih memantau kondisi dari Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Pasauran. Menurutnya, warga di sekitar pos juga sangat panik.

“Ya, namanya juga masyarakat, pasti panik. Tapi kami sudah mengimbau agar tetap tenang dan waspada,” jelas Sahrudin.

- Advertisement -

Sahrudin menjelaskan, hingga pukul 02.00 WIB, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi. Ia juga meminta warga menjauhi Gunung Anak Krakatau hingga radius 2 kilometer.

“InsyaAllah masih aman, tetapi tetap waspada jangan mendekati Gunung Anak Krakatau di radius 2 kilometer,” pungkasnya.

Sumber:Kumparan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Babinsa Sinarsari Kawal Penyaluran BST Di Kantor Pos

DRAMAGA - Anggota Koramil 2120/Ciomas wil kec Dramaga mendampingi penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) 9 bertempat di Kantor Pos...

Kejanggalan Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor Dipertegas Hakim

BANDUNG - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor memasuki pemeriksaan saksi pemberi uang berinisial SP...

Pemberi Uang Berniat Menyerahkan Uang Bukan Kepada Iryanto Saat OTT DPKPP.

BOGOR-Sidang lanjutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) DPKPP Kabupaten Bogor di gelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Rifandaru...

MMD Kecamatan Leuwisadeng, Galakan Kebersihan dan Kesehatan

LEUWISADENG - Sosialisasi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat perlu digalakkan, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar seperti pentingnya...

Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik di Tahun 2021-2022

Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan kemungkinan bakal naik antara 2021-2022 mendatang. Kebutuhan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan muncul karena saat ini pemerintah tengah merancang...

Berita Terkait
publikbicara.com