Beranda Nasional PPNI Mengecam Stigmatisasi Dan Penolakan Pemakaman Jenazah Perawat

PPNI Mengecam Stigmatisasi Dan Penolakan Pemakaman Jenazah Perawat

JAKARTA — Sangat memprihatinkan nasib yang dialami oleh keluarga almarhumah NK, salah seorang perawat di RSUP dr Kariadi Semarang Jawa Tengah.

Informasi yang dihimpun Publikbicara.com, Nuria dinyatakan positif Corona dan meninggal dunia pada Kamis (9/4/2020) pukul 12.25 dan rencananya akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Sewakul, Unggaran Timur, setelah mendapat persetujuan dari RT setempat.

Namun rencana tersebut mendapat penolakan sekelompok masyarakat di Sewakul, akhirnya Keluarga memutuskan untuk dimakamkan di Bergota makam keluarga RSUP dr Kariadi Semarang.

Bahkan kejadian tersebut sempat viral di media sosial Facebook.

Baca Juga :  Kolaborasi Bea Cukai dan Pemkot Bandung Musnahkan 4 Juta Batang Rokok dan Barang Ilegal

Menyikapi hal itu, Ketua DPD PPNI Harif Fadillah melalui keterangan tertulisnya yang diterima publikbicara.com, Jumat (10/4/2020), ia mengecam keras atas penolakan jenazah almarhumah NK yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat.

Ia juga meminta oknum yang cenderung melawan hukum dengan melakukan stigma negatif dan diskriminasi terhadap almarhumah NK diproses secara hukum.

Masih dalam keterangannya, Ia berharap pemerintah terus mengedukasi masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang yang akan melunturkan semangat gotong royong dalam melawan pandemi covid-19 dan mendukung kerja-kerja mulai perawat dan tenaga kesehatan pada umumnya.

Baca Juga :  Makan Siang di Kantin, Bey Ajak Media Dukung Kereta Cepat Whoosh

Lanjutnya, Harif meminta menghentikan stigma dan intimidasi terhadap Perawat ditempat kerja maupun tempat tinggalnya agar kejadian serupa dan berulang menurunkan semangat juang dan motivasi perawat dalam pelayanan yang penuh resiko serta mengancam nyawanya sendiri.

Tak hanya itu, dalam menghadapi wabah Covid-19, ia menginginkan semua pihak untuk bersama-sama mengedepankan sikap profesional, saling menguatkan dan saling menguatkan diseluruh tatanan Pemerintah dan masyarakat, sehingga wabah ini bisa berakhir.

(Edo)

Tinggalkan Balasan