25.9 C
Bogor
Kamis, 3 Desember 2020

Pemkab Bogor Tidak Serius Menangani Korban Pengungsian Bencana Alam

Berita Populer

Diduga Gara-gara Cas HP, Satu Rumah Terbakar di Leuwiliang

LEUWILIANG - Diduga Karena arus pendek aliran listrik satu rumah di Kampung Parungsinga RT 01/RW 07, Desa Karehkel Kecamatan...

Picu Kerusakan Alam, Galian C di Rumpin Disegel KLHK

RUMPIN - Satgas Penegak Hukum LHK, Ditjen Penegakan Hukum LKH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan penyelidikan terkait...

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil Kepala UPT VI PUPR

CIGUDEG - Proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari menjadi sorotan warga sekitar, pasalnya pelaksanaan pengerjaan jalan sepanjang 2,1 Kilometer berubah menjadi...

Iryanto : Saya Tidak Pernah Menerima Uang Seperti Yang Dituduhkan Dalam Kasus OTT DPKPP

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) yang dilakukan oleh Satreskrim...

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari...
- Advertisement -

Cibinong — Bertempat di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor terungkap beberapa masalah terkait penanganan korban bencana alam yang hingga hari ini terhitung sudah memasuki hari ke 90 pasca bencana dahsyat 1 Januari 2020 di beberapa kecamatan se Kabupaten Bogor.

Melihat kondisi terkini, memang masih sama seperti awal terjadinya bencana, masyarakat terdampak bencana alam masih hidup di tenda-tenda pengungsian sementara yang jauh dari kata layak, sesuai data yang ada seharusnya ada 1442 huntara yang diperbaiki dan 3598 Huntap yang dibangun, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka masih terus berharap uluran bantuan dari para relawan.

Dalam rapat pembahasan perubahan anggaran parsial yang sudah ditetapkan pada tanggal 28 Februari 2020, Aan Triana Al Muharom, Salah satu anggota badan Anggaran DPRD yang juga politisi Partai Golkar bersuara lantang mempertanyakan niat baik pemerintah Kabupaten Bogor terkait langkah penanganan korban bencana alam.

- Advertisement -

“Saya ingat tanggal 14 Februari 2020, kita pernah mengadakan rapat gabungan antara Komisi III, Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor dan beberapa SKPD terkait, yang hadir saat itu ada dari BPBD, Dinsos, Dinkes dan DPKPP yang membahas anggaran perubahan parsial terkait penanganan korban bencana alam termasuk pembangunan huntara dan huntap.” Ungkap Aan.

“Tetapi ketika melihat hasil perubahan anggaran parsial yang hari ini disajikan, tidak ada sama sekali anggaran tersebut yang kemarin sudah dibahas dan disepakati bersama, ada niat dari para penyelenggara Pemerintahan Kabupaten Bogor untuk maksimal membantu saudara-saudara kita di pengungsian. Kita sudah sama-sama menekan ego untuk ayo duduk bersama membahas hal ini, tapi kalau begini caranya, ini sama saja ngajak kucing-kucingan, boleh saja saya berasumsi ada unsur politisi yang bermain kalau begini caranya.” Lanjut wakil ketua Komisi III ini.

Aan juga khawatir ditengan mewabahnya virus COVID-19 ini, ketika Pemkab Bogor lengah mengawasi dan entah dari mana virus itu menjangkit di pengungsian, betapa mirisnya keadaan mereka.

- Advertisement -

“Cuaca hari ini sangat tidak menentu, hujan dan panas terus berlangsung di sana, coba bayangkan keadaan yang mereka hadapi saat ini, ayo kita semua coba berfikir jernih, kita disini dan di rumah masing-masing bisa enak walaupun harus banyak berdiam diri di rumah, coba mereka disana? Rumah sudah hancur, pembangunan huntap dan huntara tidak jelas kapan.” Tutur Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.

Aan menutup statementnya dengan kembali mempertanyakan hasil rekomendasi terkait anggaran pembangunan Huntara dan Huntap korban pengungsian yang tidak ditemukan diperubahan parsial 1 ini.

“Saya secara pribadi kecewa dan sangat prihatin, hasil rekomendasi rapat gabungan Komisi III dan IV seperti diacuhkan ketika hasil perubahan parsial 1 ternyata tidak terdapat anggaran untuk pembangunan huntap dan huntara yang sangat didambakan oleh saudara-saudara kita korban bencana alam, walaupun tadi setelah melalui perdebatan panjang, hal ini akan dibahas pada pembahasan parsial tahap kedua Jumat ini dan membuat saya menyimpulkan bahwa Penyelenggara Pemerintah Kabupaten Bogor tidak serius menangani korban bencana alam.” tutup Aan.

- Advertisement -

(Tom’s/Cep Rendra)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Bupati Bogor Cek Pembangunan Pedestrian Jalan Pakansari Cibinong

CIBINONG – Pembangunan jalan pedestrian dibeberapa titik wilayah cibinong untuk mempertegas bahwa cibinong merupakan Ibu Kota Kabupaten Bogor, hal...

Bupati Bogor Kunjungi RSUD Cibinong 

Cibinong- Bupati Bogor, Ade Yasin kembali memulai aktivitas bekerja setelah sembuh dari Covid-19, pada hari pertama nya Bupati Bogor mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah...

Bima Arya Dan Direktur Rumah Sakit Se Kota Bogor Bahas Kode Etik Data Pasien Hingga Ruang Isolasi...

Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Direktur Rumah...

Kota Bogor – Palembang Jalin Kerja Sama Smart City

Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Pemkot Palembang menjalin kerja sama di sektor pembangunan teknologi informasi pengembangan Smart City dan E-Government. Penandatanganan kerja sama...

Diduga Gara-gara Cas HP, Satu Rumah Terbakar di Leuwiliang

LEUWILIANG - Diduga Karena arus pendek aliran listrik satu rumah di Kampung Parungsinga RT 01/RW 07, Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang hangus dilalap sijago merah...

Berita Terkait
publikbicara.com