26.4 C
Bogor
Jumat, 4 Desember 2020

Kombes Yusri Yunus:Ada Sanksi Pidana Jika Tak Ikuti Aturan Jokowi Soal Penanganan Covid 19

Berita Populer

Diduga Gara-gara Cas HP, Satu Rumah Terbakar di Leuwiliang

LEUWILIANG - Diduga Karena arus pendek aliran listrik satu rumah di Kampung Parungsinga RT 01/RW 07, Desa Karehkel Kecamatan...

Excavator Anjlok Dari Safeloader, Jalan Curugbitung Lumpuh

NANGGUNG - Jalan raya Curugbitung, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Pasalnya,...

Diduga Dendam Pribadi, Irsad Tewas Dibacok

GUNUNGSINDUR - Diduga dendam pribadi seorang pria Irsad (40) warga Kampung Kreo RT 02, RW 05 Desa Cibadung, Kecamatan...

Picu Kerusakan Alam, Galian C di Rumpin Disegel KLHK

RUMPIN - Satgas Penegak Hukum LHK, Ditjen Penegakan Hukum LKH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan penyelidikan terkait...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...
- Advertisement -

Jakarta — Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengingatkan masyarakat ada sanksi pidana jika tak mengikuti aturan pemerintahan Joko Widodo soal penanganan penyebaran virus corona (Covid-19).

Presiden Joko Widodo diketahui telah meneken dua aturan yakni Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2020 (Covid-19) dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dengan terbitnya aturan itu, kata Yusri, kepolisian bisa melakukan tindakan tegas jika masyarakat tak mengikuti aturan tersebut.

- Advertisement -

“Ketika PPnya telah resmi dikeluarkan oleh pemerintah, maka pihak kepolisian sebagaimana amanat bapak Presiden tidak boleh ragu, harus tegas melakukan tindakan upaya penegakan hukum,” tutur Yusri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).

Yusri mengatakan penegakan hukum itu berdasarkan pada Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Dalam aturan itu, kata Yusri, ada konsekuensi pidana terhadap masyarakat yang tidak mematuhi pemerintah selaku penyelenggara kebijakan.

- Advertisement -

“Dapat dipidana satu tahun penjara atau denda paling banyak Rp100 juta,” ucap Yusri.

Bunyi lengkap pasal 93 UU Karantina Kesehatan adalah:

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraanKekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalamPasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangipenyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehinggamenyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakatdipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu)tahun dan/atau pidana denda paling banyakRp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

- Advertisement -

Dikatakan Yusri, PP yang diterbitkan oleh pemerintah itu sekaligus menguatkan langkah kepolisian dalam menindaklanjuti Maklumat Kapolri nomor Mak/2/III/2020 terbit pada 19 Maret lalu.

“Ada PP yang menguatkan bagaimana penerapan Undang-Undang Karantina Kesehatan,” ujarnya.

Penjelasan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dijabarkan dalam Pasal 59 UU Karantina Kesehatan. PSBB dalam hal ini merupakan bagian dari respons Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.

PSBB bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang terjadi antarorang di suatu wilayah tertentu.

Pembatasan sosial yang dimaksud meliput peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitasumum.

Sumber:Cnn indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

GOR Cikande, Jadi Saksi Sosialisasi Empat Pilar

SUKABUMI - Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) /Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)...

Ketua IMI Kabupaten Bogor Tinjau Lahan Sarana Latihan Grasstrack

CIBINONG - Imbas gagalnya Stadion Pakansari menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menjadikan gagalnya pula lahan di depan stadion yang awalnya dipersiapkan menjadi sarana...

Wanita Paruhbaya Meregang Nyawa Diduga Tersambar Kereta Listrik di Tenjo

TENJO - Seorang wanita berusia 56 tahun bernama Sumarni warga Kp. Nangerang Desa Cilaku Kecamatan Tenjo meregang nyawa diduga tersambar kereta Comuterline saat berjalan...

Simak Panduan Pilkada 2020 Di Twitter

JAKARTA - Sebagai media sosial (medsos), Twitter acapkali menjadi tempat percakapan para netizen yang tak ayal bikin trending topic, tak terkecuali dengan Pilkada 2020....

Mantan Artis Cilik “IBS” Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

JAKARTA - Mantan artis cilik berinisial IBS ditangkap polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba. IBS ditangkap semalam di rumahnya bilangan Johar Baru Jakarta Pusat. Kasat Reserse...

Berita Terkait
publikbicara.com